Sejumlah Harga Kepokmas di Wonosobo Merangkak Naik

KEPOKMAS. Tim Monitoring Kepokmas Disdagkop UMKM Wonosobo melakukan pemantauan harga dan stok barang di sejumlah toko di pasar induk maupun pasar modern di Wonosobo.
KEPOKMAS. Tim Monitoring Kepokmas Disdagkop UMKM Wonosobo melakukan pemantauan harga dan stok barang di sejumlah toko di pasar induk maupun pasar modern di Wonosobo.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Jelang memasuki bulan Ramadan tahun 2022, sejumlah harga kebutuhan pokok masyarakat mengalami kenaikan. Beberapa komoditas yang sudah naik beberapa bulan lalu belum menunjukkan adanya penurunan.

“Kondisi harga kepokmas di Pasar Wonosobo masih stabil. Ada beberapa komoditi yang mengalami kenaikan tapi juga ada yang mengalami penurunan,” ungkap Kepala Disdagkop UMKM Wonosobo, Bagiyo Sarastono kemarin.

Menurutnya, harga kebutuhan pokok masyarakat dari hasil monitoring yang dilakukan oleh Bidang Perdagangan Disdagkop UMKM Wonosobo. Harga minyak goreng curah masih di angka Rp19 ribu per liter. Sedangkan minyak kemasan sederhana sebesar Rp23 ribu dan minyak kemasan setara bimoli sebesar Rp25 ribu per liter.

“Harga kebutuhan pokok lain yang mengalami kenaikan kedelai sebesar Rp12 ribu per kilo dan aneka jenis cabai. Sedangkan untuk daging sapi dan beras terpantau stabil,” ucapnya.

Dijelaskan, harga beras masih stabil, dibandingkan dengan bulan lalu. Untuk harga beras jenis IR premium Rp10.500 dan medium Rp.9.500, tidak ada kenaikan atau penurunan harga. Untuk beras jenis yang lain juga sama harganya.

Sedangkan harga minyak goreng kemasan jenis bimoli mengalami kenaikan 25 persen, dari harga Rp20 ribu per liter pada bulan lalu. Sekarang sudah menjadi Rp25 ribu per liter. Sedangkan untuk pantauan harga minyak pada tanggal 28 Maret 2022, harga minyak jenis curah mencapai Rp19 ribu per liter.

“Sejak pencabutan HET minyak goreng beberapa waktu lalu berdampak pada harga harga di pasaran,” katanya.

Untuk harga daging sapi stabil di kisaran Rp125 ribu per kilogram. Sedangkan daging ayam broiler naik tipis dibanding sebelumnya yaitu Rp31 ribu per kilogram. Kondisi tersebut berbeda dengan harga aneka jenis cabe yang mengalami kenaikan.

“Cabai rawit merah dari harga Rp32 ribu menjadi Rp50 ribu per kilo. Cabai rawit hijau dari Rp27 ribu menjadi Rp32 ribu per kilogram dan cabai merah keriting dari dari Rp32 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram,” terangnya.

Kenaikan harga kepokmas juga dialami komoditas jenis telur ayam ras dari Rp19 ribu menjadi Rp24 ribu per kilogram. Sementara itu anek jenis bumbu seperti bawang putih dan bawang merah juga naik.

“Bawang merah dari Rp29 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram,” bebernya.

Pihaknya mengaku terus melakukan monitoring secara rutin ke pasar tradisional maupun pasar modern di wonosobo. Sedangkan untuk stok barang kebutuhan pokok masyarakat semua terpantau masih normal.

“Kita lakukan pantuan secara rutin. Apalagi ini jelang ramadan hingga jelang lebaran,” pungkasnya. (gus)