Sebagian Besar Warga Sukoharjo Wonosobo Sekolah ke Wilayah Banjarnegara

PENDIDIKAN. Sarasehan pendidikan di SMP Negeri 1 Sukoharjo yang mengangkat tema “Bersinergi Membangun Pendidikan Di Kecamatan Sukoharjo”, Selasa (15/2).
PENDIDIKAN. Sarasehan pendidikan di SMP Negeri 1 Sukoharjo yang mengangkat tema “Bersinergi Membangun Pendidikan Di Kecamatan Sukoharjo”, Selasa (15/2).

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM– Tingkat partisipasi siswa yang tamat SD atau pendidikan sederajat dan melanjutkan ke jenjang pendidikan SMP/MTS cukup di Kecamatan Sukoharjo cukup  tinggi. Namun, sebagian besar melanjutkan ke sekolah yang berada di wilayah Kabupaten Banjarnegara.

“Kalau untuk partisipasi melanjutkan dari SD ke SPM sudah baik. Tercatat dari 480 siswa lulus SD, 474 diantaranya melanjutkan ke jenjang pendidikan SMP/MTS. Sedangkan 6 diantaranya tercatat tidak melanjutkan,” ungkap Korwil Dikpora Kecamatan Sukoharjo, Supono, saat menghadiri sarasehan pendidikan di SMP Negeri 1 Sukoharjo yang mengangkat tema “Bersinergi Membangun Pendidikan Di Kecamatan Sukoharjo”, Selasa (15/2).

Kegiatan sarasehan ini dihadiri oleh Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Camat Beserta Muspika, Kepala Sekolah Dasar dan Kepala Desa Se-Kecamatan Sukoharjo.

Menurutnya, dari 6 anak yang tidak melanjutkan ke jenjang SMP, karena 2 orang melanjutkan ke pondok pesantren, 2 mengikuti orang tua yang merantau dan 2 diantaranya putus sekolah. Untuk yang putus sekolah itu. Sedang diupayakan untuk mengikuti Penyetaraan Paket B.

Sedangkan 474 siswa tamat SD atau pendidikan sederajat tertampung di 7 SMP/MTS yang ada di Kecamatan Sukoharjo. Namun, sebagian besar melanjutkan ke SMP/MTS di Kabupaten Banjarnegara, dengan alasan kemudahan transportasi ataupun kedekatan geografis.

Sementara itu, Kepala SMP 1 Sukoharjo, Rivia Faricharullailah menyampaikan Kegiatan Sarasehan Peduli Pendidikan Di Kecamatan Sukoharjo untuk membangun kerjasama antara sekolah dan dunia pendidikan dengan kepala desa serta masyarakat dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kesadaran pentingnya mensukseskan wajib belajar 12 tahun di wilayah Kecamatan Sukoharjo.

“Kegiatan Sarasehan ini dilaksanakan dalam meningkatkan kesadaran seluruh elemen akan pentingnya pendidikan, terutama dalam mewujudkan wajib belajar 12 tahun,” katanya.

Pihaknya berharap melalui kegiatan tersebut ada semangat baru bagi seluruh stakeholder pendidikan di Kecamatan Sukoharjo untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan. Tidak hanya berhenti di sekolah menengah saja tapi juga melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

Sedangkan Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat  menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen pendidikan, kepala desa beserta seluruh masyarakat Kecamatan Sukoharjo. Harapannya dapat dikatakan pembangunan pendidikan di Kecamatan Sukoharjo berhasil. Salah satu indikatornya adalah tingginya partisipasi anak tamat SD atau pendidikan sederajat ke jenjang pendidikan SMP/MTS cukup tinggi.

“Tantangan berikutnya adalah, bagaimana menciptakan kenyamanan belajar-mengajar di lingkungan sekolah dan menampilkan sesuatu yang menonjol di sekolah-sekolah serta menciptakan ghirah pendidikan yang berbeda. Sehingga, menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak tamat SD atau pendidikan sederajat untuk bersekolah di SMP/MTS di wilayah Kecamatan Sukoharjo,” jelasnya.

Menurutnya, salah satu poin terpenting lainnya adalah terbangunnya komunikasi dan koordinasi antara sekolah dengan pemerintah desa, melibatkan kepala desa sebagai pemangku wilayah desa dalam rancang bangun pendidikan di Kecamatan Sukoharjo.(gus)