SBTH Magelang Gelar Virtual Graduation Antisipasi Lonjakan Covid-19

RANGKAIAN acara Virtual Graduation SBTH Kota Magelang
RANGKAIAN acara Virtual Graduation SBTH Kota Magelang

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG – Sekolah Bhakti Tunas Harapan (SBTH) adalah sekolah swasta di kota Magelang yang mengunggulkan kemampuan berbahasa asing, yaitu bahasa Inggris dan bahasa Mandarin. Semula SBTH hendak melaksanakan wisuda dengan konsep Drive Thru Graduation seperti yang sudah dilakukan pada tahun sebelumnya dalam menghadapi masa pandemi. Namun melonjaknya kasus Covid-19 di Kota Magelang membuat panitia graduation SBTH berpikir ulang untuk melaksanakan prosesi wisuda dengan konsep drive thru.

Terjadinya lonjakan kasus Covid-19 yang cukup signifikan di Kota Magelang menjadi salah satu pertimbangan panitia. Bahkan Dinas Pendidikan Kota Magelang menghentikan sementara kegiatan tatap muka di sekolah melalui Surat Edaran Nomor: 420/852/230. Isi dari surat edaran tersebut adalah: “Sehubungan dengan meningkatnya kasus Covid-19 maka dengan ini kami nyatakan bahwa Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada jenjang PAUD, TK, SD/MI, dan MTS akan dihentikan sementara mulai hari Rabu tanggal 9 Juni 2021, sedangkan untuk jenjang SMP diberhentikan mulai  Senin, 14 Juni 2021”. Dinas Pendidikan setempat mengimbau agar kegiatan yang berhubungan dengan pengumuman kelulusan dilaksanakan secara daring.

Rencana proses wisuda siswa-siswi SBTH yang semula akan dilaksanakan tanggal 16 Juni 2021 melalui konsep drive thru terpaksa disusun ulang. Setelah mengadakan rapat dengan berbagai pertimbangan, panitia akhirnya mengubah konsep drive thru graduation menjadi virtual graduation. Prosesi wisuda akan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan secara langsung melalui youtube streaming.

Wisuda SBTH tahun ini diikuti oleh 90 peserta mulai dari KB-TK, SD, SMP dan SMA. Prosesi wisuda dilakukan secara simbolik oleh orang tua/wali dengan mengalungkan samir, pemberian plakat, dan pemberian dokumen akademik kepada peserta wisuda. Selanjutnya peserta wisuda memberikan bunga kepada orang tua/wali sebagai ungkapan terima kasih atas bimbingannya karena pembelajaran di masa pandemi lebih banyak dilakukan dari rumah.

Artikel Menarik Lainnya :  290 Pemain Muda Bersaing Masuk Skuad PPSM Sakti

Acara virtual graduation ini dipimpin oleh MC utama dari guru unit SD Bhakti Tunas Harapan, yaitu Mr. Ardhi dan Miss Inke. Untuk prosesi wisuda tiap unit dimpin oleh MC sesuai unitnya masing-masing. Untuk unit KB-TK dipimpin oleh Miss Agnes, unit SD dipimpin oleh Miss Anita, unit SMP dipimpin oleh Miss Ajeng, dan unit SMA dipimpin oleh Miss Astri.

Acara virtual graduation dimulai dengan doa pembukaan, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars SBTH. Selanjutnya adalah pemutaran video prolog yang berisi tentang prestasi-prestasi siswa-siswi SBTH. Kemudian adalah sambutan-sambutan yang diawali dari David Herman Jaya selaku pembina yayasan, kemudian  Tanto Sindhu Muliawan selaku ketua yayasan, selanjutnya Parwinando selaku pendamping yayasan, dan Gerardus Edi selaku perwakilan kepala sekolah. Setelah itu pemutaran video pelepasan balon sebagai simbol dimulainya prosesi wisuda. Kemudian acara dilanjutkan dengan prosesi wisuda yang dilakukan secara virtual melalui zoom meeting. Acara virtual graduation diakhiri dengan pemutaran video epilog dan ditutup dengan doa.

David Herman Jaya menceritakan kisah sukses seorang anak Thailand yang berjualan es nanas. Anak ini sudah tidak punya ayah, dan ibunya membiayai hidup dan sekolah anak ini dengan berjualan buah keliling. Melalui perjuangan yang tidak mudah, anak itu akhirnya bisa melawan keterbatasannya dan akhirnya bisa lulus sarjana. Tetaplah semangat melampaui batas yang ada, pasti kalian akan sukses. Selanjutnya, Tanto Sindhu Muliawan menyampaikan melalui sambutannya bahwa sampai dengan saat ini sudah 7 kali SBTH meluluskan siswa-siswi SD, 5 kali untuk SMP, dan baru pertama kali SBTH meluluskan siswa-siswi SMA. Untuk pertama kali juga SBTH bisa mengirim siswa-siswi lulusan SBTH sendiri untuk mendapat beasiswa kuliah gratis ke RRT (Republik Rakyat Tiongkok).  Siswa SBTH yang mendapat beasiswa kuliah di RRT adalah Gedhe Cahyadi Tan, Komala Dealetta, dan Stefanie Christina Hendra Jaya. Ketiga siswa tersebut adalah alumni pertama dari SMA Bhakti Tunas Harapan.

Artikel Menarik Lainnya :  Masih Pandemi, Haul Syekh Subakir Diadakan Sederhana

Sementara itu, Parwinando dalam sambutannya menyampaikan bahwa distriksi dari Sekolah Bhakti Tunas Harapan keterampilan berbahasa. Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, Bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi Internasional dan Bahasa Mandarin sebagai salah satu bahasa yang menunjang komunikasi antarnegara dibidang bisnis. “Ini penting sekali karena komunikasi memegang peranan yang sangat penting bagi kemajuan dan peradaban sebuah bangsa,” ujarnya.  Gerardus Edi menyampaikan nasehat bahwa nilai ujian yang baik tidak bisa menentukan. “Begitu juga nilai ujian yang rendah tidak bisa menghancurkan impian dan bakatmu, karena masih banyak potensi yang ada dalam diri kalian di luar itu. Ujian itu penting tapi bukan segalanya,” tuturnya. (rls).