Satu-satunya di Indonesia, Ambulans dan Damkar Lewat Kota Magelang Lampu Otomatis Hijau

Kepala Dishub Kota Magelang, Chandra Wijatmiko Ady saat memberikan paparan tentang alat otomatis penanda kendaraan darurat seperti damkar dan ambulans di Kantor Dishub, kemarin. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)
PAPARAN. Kepala Dishub Kota Magelang, Chandra Wijatmiko Ady saat memberikan paparan tentang alat otomatis penanda kendaraan darurat seperti damkar dan ambulans di Kantor Dishub, kemarin. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Terobosan inovatif diciptakan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Magelang, Chandra Wijatmiko Ady. Kandidat doktoral tersebut berhasil membuat alat pendeteksi kendaraan emergency yang terintegrasi dengan sistem alat penanda isyarat lalu lintas (APILL). Setiap kendaraan ambulans atau Damkar yang melintas di persimpangan, maka lampu akan menyala hijau secara otomatis.

Chandra mengatakan, inovasi yang telah diajukan mendapat hak paten tersebut menjadi satu-satunya di Indonesia. Ia bercerita, ide ini tercetus karena dirinya yang merasa prihatin banyak kecelakaan yang melibatkan kendaraan emergency seperti ambulans dan damkar.

Alat bernama Automatic Car Priority (ACP) berbasis Intelligent Transportation System (ITS) ini terdiri dari kamera dan modul. Di dalam kamera terdapat sensor yang akan menangkap sinyal lampu merah berkedip.

“Strobo lampu bewarna merah hanya dimiliki ambulans, damkar, dan rescue. Sesuai dengan namanya, ACP ini diprioritaskan untuk kondisi emergency,” kata Chandra, Senin (1/11).

Teknisnya, kata Chandra, sensor akan membaca lampu strobo tersebut dari jarak 120 meter. Setelah terbaca, sensor akan mengirim sinyal ke modul sekitar 5 detik dan memerintahkan secara otomatis warna hijau APILL di jalur yang dilalui kendaraan darurat tersebut.

Sejauh ini, pihaknya baru memiliki satu titik di Jalan Pemuda, persimpangan Rejowinangun. Sebab di jalur itu seringkali terjadi crowded kendaraan.

“Ambulans juga banyak yang melintas, jadi saya merenung akhirnya tercetus ide ini. Melihat juga banyak ada kecelakaan lalu lintas yang melibatkan ambulans,” ujarnya.

Gagasan ini, lanjutnya, merupakan upaya dukungan visi Pemkot Magelang Maju, Sehat, dan Bahagia. Termasuk melancarkan program andalan Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz dan Wakil Walikota KH M Mansyur yaitu “jemput sakit antar sehat”.

Artikel Menarik Lainnya :  Aji Mumpung! Gunung Tidar Ramai Diserbu Wisatawan Selama Kota Magelang Menyandang Level 1 PPKM

Chandra menyebutkan, biaya yang dibutuhkan untuk satu unit alat berupa kamera dan modul mencapai Rp64 juta. Pada tahun 2022 mendatang, pihaknya menargetkan 5 titik tambahan baru di persimpangan lain yang crowded.

“Mulai besok (hari ini) sudah mulai beroperasi satu titik ITS di persimpangan Jalan Pemuda. Tahun depan kami usulkan 5 titik antara lain, simpang Kupatan, Menowo, Kebonpolo, CPM, dan Jalan Sudirman,” imbuhnya.

Sedangkan tahun 2023-2024 mendatang, ditarget setiap ATCS akan memiliki satu ACP-ITS. Di Kota Magelang sendiri sekarang sudah memiliki 15 titik ATCS.

“Dengan ITS di beberapa titik ini kita harapkan layanan kesehatan kita semakin baik lagi, ditambah sarana transportasi yang ramah, terhadap kendaraan-kendaraan darurat,” paparnya. (wid)