Satgas Pangan Polres Temanggung Awasi Distribusi Sembako Hingga Idul Fitri

SIDAK. Kapolres Temanggung AKBP Burhanuddin bersama jajaran Dinkopdag setempat melakukan sidak di sejumlah pasar tradisional di Temanggung.(foto: setyo wuwuh/temanggung ekspres)
SIDAK. Kapolres Temanggung AKBP Burhanuddin bersama jajaran Dinkopdag setempat melakukan sidak di sejumlah pasar tradisional di Temanggung.(foto: setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM Tidak hanya pada minyak goreng (migor) saja, namun Kepolisian Resor (Polres) Temanggung juga semakin meningkatkan pengawasan terhadap distribusi sembilan bahan pokok (sembako) di sejumlah pasar tradisional.

“Kami sudah ada tim Satuan Tugas Pangan, tim ini selalu bergabung dengan tim satgas pangan dari Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Temanggung,” kata Kapolres Temanggung AKBP Burhanuddin, kemarin.

Dikatakan, selama Ramadan hingga Idul Fitri, kebutuhan masyarakat akan sembako semakin meningkat, apalagi semakin mendekati hari raya Lebaran. Oleh karena itu, untuk memastikan ketersediaan dan pasokan sembako, pihaknya akan terus melakukan pengawasan.

Pengawasan tidak hanya dilakukan sekali atau dua kali saja, namun pengawasan akan dilakukan secara berkelanjutan setiap hari, laporan hasil pengawasan akan disampaikan langsung ke pusat.

“Tidak hanya di satu titik atau pasar saja, namun pengawasan akan dilakukan di sejumlah pasar tradisional di Temanggung, tim sudah siap melaksanakan pengawasan setiap hari,” katanya.

Pengawasan terhadap distribusi sembako ini dilakukan agar tidak ada penimbunan sembako, sehingga akan terjadi kelangkaan sembako saat dibutuhkan oleh masyarakat.

“Kami akan mengawasi dan mengantisipasi agar jangan terjadi kelangkaan maupun penimbunan atau hal-hal yang merugikan masyarakat atau pedagang,” katanya.

Kapolres menyatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dan bergerak bersama dengan Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Temanggung dan beberapa hari lalu sudah mengecek ke pasar tradisional dan toko swalayan.

Menurutnya, hasil pengecekan bahwa stok minyak goreng kemasan di toko-toko swalayan dan pasar tradisional cukup banyak dengan berbagai merek dan harga disesuaikan dengan mekanisme pasar. Namun untuk minyak goreng curah ada tetapi tidak cukup banyak.

“Melalui tim satgas pangan, kami terus memonitor dan berkoordinasi dengan sejumlah pedagang besar minyak goreng curah di Temanggung,” uarnya.

Tim satgas pangan bertugas mengawasi jalur distribusi minyak goreng, memastikan stok di pasaran, terutama di pasar-pasar tradisional, dan memastikan tidak ada penimbunan minyak goreng curah. (set)