Satgas Covid-19 Kota Magelang: Selalu Terapkan Prokes, Waspada Mutasi Baru Virus Corona

KETERANGAN. Sekda Kota Magelang, Joko Budiyono didampingi Plt Kepala Dinkes dr Intan Suharyati, memberikan keterangan pers di Ruang VIP Kantor Walikota, kemarin.( foto : wiwid arif/magelang ekspres )
KETERANGAN. Sekda Kota Magelang, Joko Budiyono didampingi Plt Kepala Dinkes dr Intan Suharyati, memberikan keterangan pers di Ruang VIP Kantor Walikota, kemarin.( foto : wiwid arif/magelang ekspres )

MAGELANGEKSPRES.COM, MAGELANG – Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Magelang mengingatkan warga untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dan waspada terhadap ancaman mutasi virus corona baru yang diperkirakan sudah ditemukan di Jawa Tengah. Sebab, vaksinasi tidak menjamin sepenuhnya, seseorang bakal kebal terhadap penularan virus tersebut.

”Setiap orang punya antibodi dan ketahanan yang berbeda-beda. Protokol kesehatan harus tetap dijalankan, meskipun sudah mendapat dua kali suntikan vaksin,” kata juru bicara Satgas Covid-19 Kota Magelang, dr Intan Suharyati kepada wartawan, Kamis (3/6).

Apalagi, ada temuan beberapa anggota kepolisian positif terpapar Covid-19 baru-baru ini. Padahal mereka sudah divaksinasi.

”Ya walaupun tidak mendapatkan gejala yang berarti, tapi vaksinasi tidak membuat segalanya jadi berhenti. Ada 7 anggota kepolisian yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan sekarang menjalani isolasi mandiri,” ujarnya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang itu tak menampik, kasus Covid-19 pascalibur lebaran mengalami kenaikan meskipun tidak terlalu signifikan.

”Memang ada tambahan rata-rata mingguan dari tadinya 7-8 orang sekarang menjadi 12-13 kasus aktif baru per minggu. Di sisi lain, kita selalu menambah tracing dan test, menjadi 327 persen dari ketentuan WHO. Sebelum lebaran, tes hanya mencapai 112 persen saja,” ucapnya.

Hal ini menunjukkan, kenaikan tersebut tidak hanya ditengarai tingginya mobilitas warga. Pengaruh lainnya, karena jumlah tes swab juga ditambah.

Hingga saat ini, pasien terpapar Covid-19 asal Kota Magelang yang masih dirawat di rumah sakit, kata dr Intan, berjumlah 18 orang. Sedangkan 50 orang menjalani isolasi mandiri. Kemudian, pasien meninggal akibat terpapar Covid-19 menjadi 107 orang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang, Joko Budiyono mengakui adanya kenaikan meski tidak terlalu besar, pascalibur lebaran. Bahkan, saat ini Kota Magelang hanya menyisakan Kelurahan Wates sebagai satu-satunya kelurahan zona hijau.

Artikel Menarik Lainnya :  Candi Borobudur Segera Dibuka, Ini Tanggapan Kapolres Magelang

”Tetapi di sisi lain, zona oranye juga hanya menyisakan satu yaitu Jurangombo Selatan. Sedangkan 15 kelurahan lainnya zona kuning atau kategori penularan rendah, sehingga kita asumsikan kalau Kota Magelang masih sangat terkendali,” jelasnya.

Joko meminta masyarakat untuk waspada dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat di semua aktivitas. Apalagi, Pemkot Magelang telah memperpanjang pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro hingga 14 hari ke depan.

”Sejauh ini, PPKM mikro yang kita jalankan ini adalah strategi paling tepat mencegah penyebaran Covid-19 sehingga kita perpanjang,” katanya. (wid)