Sasaran RKPD Kabupaten Temanggung Tak Tercapai, Pandemi Dianggap jadi Penyebab  

TANDA TANGAN. Wabup Temanggung menandatangani Musrenbang di aula Sindoro Kantor Bapeda Temanggung, Rabu (30/3).(Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
TANDA TANGAN. Wabup Temanggung menandatangani Musrenbang di aula Sindoro Kantor Bapeda Temanggung, Rabu (30/3).(Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Pandemi Covid-19 yang terjadi selama dua tahun terakhir ini, menjadi salah satu penyebab tidak tercapainya sasaran dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Temanggung.

Hal tersebut diungkapkan oleh  Wakil Bupati Temanggung Heri Ibnu Wibowo, usai membuka Musrenbang RKPD Temanggung tahun 2023 di aula Progo Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Temanggung, Rabu (30/3).

“Pandemi Covid-19 ini memang menjadi penghalang bagi pemerintah daerah dalam menyelesaikan sasaran yang sudah ditetapkan,” katanya.

Selain itu lanjut Wabup, anggaran yang diberkan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, banyak pesanan penggunaan anggaran dari terutama untuk penanggulangan Covid-19.

“Sudah dianggarkan, namun direfocusing tidak jadi diberikan kepada daerah,” terangnya.

Tidak hanya itu lanjut Wabup, Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga sangat berpengaruh terhadap RKPD. Namun demikian pihaknya berupaya keras untuk memenuhi semua sasaran yang sampai saat ini masih belum 100 persen.

“Yang masih berupaya keras ini persentasenya sangat kecil tiga empat tahun sudah dilaksanakan, sudah tercapai 60 sampai 70 persen,” jelasnya.

Ia menjelaskan, misi kesatu adalah 12 indikator sasaran, sejumlah 6 indikator dengan status telah tercapai 50 persen dan 6 indikator dengan status akan tercapai 50 persen. Misi kedua adalah 17 indikator sasaran, dengan 12 indikator (70,59) dengan status telah tercapai, 3 indikator (17,65%) dengan status Akan Tercapai dan 2 indikator dengan status perlu upaya keras (11,76/0) yaitu tingkat ketersediaan protein perkapita (DKPPP) dan persentase

usaha mikro yang naik kelas (Dinkopdag).

Lalu misi Ketiga adalah 24 indikator, dengan 14 indikator status telah tercapai (58,33%), 9 indikator status akan tercapai (37,50%) dan 1 indikator status

upaya keras (4,17 %) yaitu indeks meryt system (BKPSDM)

Evaluasi Kinerja Program: capaian indikator program yang mendukung Misi Kesatu adalah

117 indikator program, sejumlah 74 indikator dengan status Telah Tercapai (63,25%), 28 indikator dengan status Akan Tercapai (23,93%) dan 15 indikator dengan status perlu Upaya Keras (12,82%). 15 indikator dengan status perlu Upaya Keras tersebut terdapat di perangkat daerah. (set)