Sambut Tahun Baru Islam, Ratusan Siswa dari SD Muhammadiyah dan SDIT Gelar Pawai Taaruf

Sambut tahun baru Islam 1444 Hijriyah, ratusan siswa-siswi SD Muhammadiyah Sudagaran dan pelajar TK, SD, SMP Islam Terpadu (IT) Wonosobo menggelar pawai taaruf
SEKOLAH. Sambut tahun baru Islam 1444 Hijriyah, ratusan siswa-siswi SD Muhammadiyah Sudagaran dan pelajar TK, SD, SMP Islam Terpadu (IT) Wonosobo menggelar pawai taaruf.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Sambut tahun baru Islam 1444 Hijriyah, ratusan siswa-siswi SD Muhammadiyah Sudagaran  dan pelajar TK, SD, SMP Islam Terpadu (IT) Wonosobo menggelar pawai taaruf. Dimulai dari Alun-alun Wonosobo, kegiatan tersebut sebagai salah satu wujud syiar dan dakwah Islam.

Pawai dari SD Muhammadiyah Sudagaran dilaksanakan lebih awal, dimulai dari Alun-alun menuju sekolah di Sudagaran. Sedangkan pelajar dari LPIT, dilaksanakan setelahnya, juga dari Alun-alun, menuju Taman Plaza dan kembali lagi ke Alun-alun.

Selama dalam perjalanan, sebagian peserta membaca shalawat diiringi musik karawitan dan sebagian yang lain membagikan stiker berisi doa.

Ketua Panitia Budi Hartono mengemukakan kegiatan tersebut sebagai bentuk edukasi bagi para siswa sekaligus dakwah, bahwa sebagai umat Islam sudah menjadi kewajiban untuk mengingat serta memeriahkan bulan Muharram dengan berbagai kegiatan yang positif dan menarik.

“Kegiatan ini menjadi media penanaman karakter dan rasa cinta terhadap ajaran agama Islam, khususnya kepada generasi muda,” katanya.

Sementara itu, Pendamping Pawai Ahmad Farhan Nur Sholih mengatakan, melalui kegiatan ini, selain sebagai wujud eksistensi Lembaga Pendidikan Islam dalam menjaga budaya Islam, juga dalam rangka memeriahkan Tahun Baru Islam dengan penuh sukacita dan kegembiraan.

“Anak-anak sudah kami bekali dengan stiker berisi doa untuk mereka bagikan kepada orang-orang yang  dijumpai di jalan,” tambahnya.

Ditambahkan bahwa tahun baru Islam sering luput dari perhatian umat Islam, khususnya anak-anak pelajar. Hal itu lantaran selama ini penanggalan yang digunakan menganut masehi. Sehingga momentum satu Muharam diharapkan bisa menjelaskan maksud dari tahun baru Islam kepada para siswa.

“Kita ajak siswa dan masyarakat luas yang mendengar dan melihat syiar kita untuk menyambut tahun baru Islam dengan berdoa dan memperbaiki amal ibadah, serta membangun hubungan yang harmonis dalam berbangsa dan bernegara,” pungkasnya. (gus)