Sambut Hari Ulang Tahun Akademi Militer,  Museum Abdul Jalil Mulai Direnovasi

RENOVASI. Setelah ditutup selama dua tahun karena pandemi, Museum Abdul Jalil di kompleks Akmil Kota Magelang bakal segera dibuka dengan wajah baru (foto : suma maulida/magelang ekspres)
RENOVASI. Setelah ditutup selama dua tahun karena pandemi, Museum Abdul Jalil di kompleks Akmil Kota Magelang bakal segera dibuka dengan wajah baru (foto : suma maulida/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Setelah hampir dua tahun tutup akibat pandemi Covid-19, kini Museum Taruna Abdul Jalil kompleks Akademi Militer (Akmil) yang terletak di Jalan Jenderal Gatot Soebroto, Jurangombo Selatan, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang akan segera buka kembali. Saat ini, ruangan museum sedang dalam tahap renovasi.

Kepala Urusan Penulisan Perpustakaan Akademi Militer, Kapten Infantri Martono menjelaskan renovasi dilakukan untuk penataan ulang ruangan sehingga akan memiliki standardisasi museum.

“Sekarang sedang tahap modernisasi museum biar bisa mengikuti standar museum skala nasional dan internasional,” kata Martono kepada wartawan, Kamis, 29 September 2022.

Tahap renovasi telah dimulai bulan Juni 2022 lalu dan direncanakan akan rampung pada November 2022 mendatang. Seluruh barang koleksi yang telah dibersihkan pun kini dipindahkan ke Perpustakaan RM Soedjono Djoyohadikusumo Akmil.

“Museum akan dibuka kembali secara resmi pada tanggal 11 November 2022 berbarengan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Akademi Militer,” jelasnya.

Museum Taruna Abdul Jalil ini juga akan mengalami perubahan pada tata letaknya. Sebelumnya museum terbagi menjadi tujuh ruangan, terdiri dari ruang auditorium, ruang pra-Akademi Militer Nasional (AMN), ruang AMN, ruang AKABRI, ruang Akmil, ruang koleksi senjata laras panjang dan pistol, dan ruang batik taruna yang berisi foto alumni berprestasi.

Namun, setelah mengalami penataan ulang maka akan menjadi satu jalur memanjang. Hal ini dilakukan supaya pengunjung dapat menikmati koleksi-koleksi yang ada di museum sembari belajar untuk mengurutkan kronologi kejadian sejarah lahirnya Akademi Militer.

Tidak hanya itu, pengelola museum juga berencana menambah koleksi senjata pucuk lama sebanyak 300 buah. Kemudian yang jadi pembeda, karena nanti pengunjung dapat menikmati sajian makanan dan minuman yang terdapat di cafeteria museum.

Martono menuturkan bahwa selama Museum Abdul Jalil ditutup total, para pengunjung tetap diperbolehkan masuk ke museum lainnya. Museum SBY misalnya, tetap dibuka pada pandemi Covid-19 lalu.

“Ini supaya pengunjung tidak kecewa, karena sudah datang ke Akmil, sehingga kita arahkan ke museum lainnya,” paparnya.

Selain sebagai tempat pendidikan para taruna, museum ini juga dijadikan untuk sarana edukasi bagi para pelajar. Mulai dari siswa Taman Kanak-kanan (TK), SD hingga perguruan tinggi bahkan instansi. Melalui museum ini, pengunjung dapat memahami perjuangan para tentara pelajar dari masa kemerdekaan hingga perjalanannya saat ini. (mg2)