Saluran Irigasi Longsor, 5 Hektar Lahan Padi di Wonosobo Terancam Kekeringan

PERBAIKAN. Warga dibantu relawan, TNI, Polri serta instansi terkait menggelar gotong royong perbaikan saluran irigasi yang mengalami longsor di Dusun Buaran Desa Gunturmadu Mojotengah kemarin.
PERBAIKAN. Warga dibantu relawan, TNI, Polri serta instansi terkait menggelar gotong royong perbaikan saluran irigasi yang mengalami longsor di Dusun Buaran Desa Gunturmadu Mojotengah kemarin.

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Longsor terjadi di Dusun Buaran Desa Gunturmadu Mojotengah kemarin. Tidak ada korban dalam peristiwa itu, namun saluran irigasi rusak parah dan sawah milik warga setempat tertimbun material longsor.

“Longsor terjadi pada malam hari, sekitar pukul 19.00 WIB, terjadi di areal persawahan dan irigasi Desa Gunturmadu,” ungkap Kepala BPBD Wonosobo, Bambang Triyono, kemarin.

Menurutnya, tebing setinggi kurang lebih 250 meter sepanjang 50 meter yang mengakibatkan terputusnya saluran irigasi Preng dengan lebar 180 cm, tinggi 100 cm dan panjang 24 meter yang mengaliri lahan sekitar 5 Ha total panjang.

“Kita segera turun melakukan perbaikan secara bersama, jika dibiarkan terlalu lama, akan mengancam 5 hektar lahan padi yang mengandalkan air dari saluran irigasi yang longsor tersebut,” katanya.

Sementara itu, Kabid SDA DPUPR, Eko Premono mengatakan, prioritas utama adalah kembali mengalirnya saluran irigasi Preng 3 sehingga lahan segera teraliri dan kerugian masyarakat yang terdampak bisa diminimalkan.

“Penanganan saluran irigasi yang terputus harus segera dilakukan secara efektif dan efisien sehingga lahan di bawahnya bisa segera teraliri air,” katanya.

Terkait hal tersebut, upaya penanganan dilakukan segera mendatangkan pipa 12 inch sebanyak 14 buah untuk menyambung aliran air di irigasi yang terputus sepanjang 24 meter. Kegiatan dilakukan secara gotong royong antara warga masyarakat Desa Gunturmadu, Bidang SDA DPUPR, BPBD, Polsek Mojotengah, Koramil Mojotengah dan Kecamatan Mojotengah.

“Kegiatan perbaikan dilakukan secara gotong royong dari berbagai pihak dan lintas sektoral,” ujarnya.

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, mengapresiasi kerja bakti yang dilakukan warga masyarakat Desa Gunturmadu, Mojotengah untuk mengatasi tanah longsor. Gotong royong adalah kekuatan yang dimiliki bangsa Indonesia yang tidak dimiliki oleh bangsa lain.

Artikel Menarik Lainnya :  Diamuk Si Jago Merah, Rumah Milik Lansia di Dieng Jadi Abu

“Semangat gotong royong dalam hal kebaikan harus terus ditumbuhkan sebagai warisan budaya, agar bisa menghidupkan semangat kekeluargaan dan kebersamaan,” katanya.

Selain itu, kecepatan respon yang dilakukan oleh berbagai instansi seperti BPBD, DPUPR, Pemerintah kecamatan, TNI, Polri serta relawan akan semakin memperkuat dan memberikan rasa optimisme kepada masyarakat setempat. (gus)