Salat Tarawih di Masjid Ar-Rahman Blitar, Kata Ganjar Serasa Salat di Madinah

    Salat Tarawih di Masjid Ar-Rahman Blitar, Kata Ganjar Serasa Salat di Madinah
    Ganjar mampir salat di Masjid Ar-Rahman, salah satu masjid besar di Kediri. (foto: rizal ifan)

    BLITAR, MAGELANGEKSPRES.COM– Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melanjutkan kunjungan kerjanya ke Jawa Timur dengan mampir ke Blitar. Di tempat itu, Ganjar mampir salat di Masjid Ar-Rahman, salah satu masjid besar di daerah itu.

    Ganjar tiba di Masjid Ar-Rahman pas waktu berbuka puasa. Disambut pemilik Mayangkara Group, Agus Wawan, Ganjar kemudian berbuka bersama dan salat magrib di masjid itu.

    Ternyata keindahan masjid membuat Ganjar betah. Tak hanya salat magrib, Ganjar menyempatkan waktu untuk salat isya dilanjut tarawih di masjid berarsitektur seperti masjid di Madinah itu.

    Masjid itu memiliki payung seperti masjid di Nabawi. Di dalam masjid, tiang-tiang berdiri dengan lilitan tembaga berwarna emas. Lampu-lampu yang menghiasi juga mirip dengan lampu di Masjid Nabawi. Selain itu, di bagian imam juga didesign mirip dengan ka’bah sehingga jamaah merasakan seolah salat di depan ka’bah.

    “Iya, tadi saya mau langsung ke hotel dan salat di sana, tapi mas Wawan tawarkan ke saya untuk salat di masjid ini. Setelah saya salat masyaallah, masjidnya luar biasa. Saya langsung jatuh cinta,” katanya.

    Karena itu ia memutuskan untuk melaksanakan salat isya dan tarawih di masjid itu. Ganjar dan istri, Siti Atikoh kemudian beribadah di tempat itu bersama ratusan jamaah lainnya.
    “Luar biasa ini, serasa salat di Madinah,” jelasnya.

    Ganjar menerangkan, keberadaan Masjid Ar-Rahman ini ternyata juga menjadi destinasi wisata religi bagi masyarakat. Setiap hari, masjid selalu ramai dikunjungi.
    “Banyak orang datang, apalagi sekarang ramadhan, mereka bisa berjamaah di sini, tarawih dan lainnya. Informasi mas Wawan katanya masjid mau diperbesar. Luar biasa, bisa semakin maju Blitar ini,” ucapnya.
    Disinggung kedatangannya ke Blitar, Ganjar mengatakan tujuan utama adalah ziarah ke makam Bung Karno. Namun ia diajak oleh para arkeolog dan budayawan untuk menengok Candi Penataran.
    “Besok saya diajak pinknik ke Candi Penataran, jadi bisa melihat peninggalan sejarah di sana,” pungkasnya. (hms/riz)