Sadari Pentingnya ZISWAF, Unimma Buka Diskusi Akademisi Indonesia-Malaysia

VIRTUAL. FAI Unimma menggelar kuliah umum dengan menghadirkan 4 nara sumber dari Indonesia dan Malaysia secara virtual, 

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) memahami peran penting zakat, infaq, sadaqah, dan wakaf (ZISWAF) sebagai bagian dalam lembaga filantropi Indonesia. Untuk itu, FAI menggelar kuliah umum dengan tema ”Revitalisasi Peran ZISWAF dalam Pencapaian Pilar Ekonomi Pendidikan pada Sustainable Development Goals (SDGs)”, Sabtu (13/3).

Ketua Panitia Kegiatan, Fahmi Medias SEI MSI mengatakan, sampai saat ini Indonesia masih menghadapi dua masalah besar, yaitu pencapaian target kualitas pendidikan dan penurunan angka kemiskinan. ZISWAF sendiri diharapkan dapat berkontribusi dalam berbagai program pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas pendidikan.

”Potensi ZISWAF untuk menyukseskan SDGs di Indonesia sangat besar, mengingat mayoritas warganya adalah umat Islam dengan tingkat kesadaran berzakat yang cukup tinggi,” katanya.

Menurutnya, ZISWAF dalam konteks SDGs tidak hanya sekadar mendiskusikan tentang kontribusi, lebih dari itu juga tentang bagaimana membangun pemahaman masyarakat terkait kontribusi tersebut.

Rektor Unimma, Dr Suliswiyadi MAg menuturkan, diskusi dan kajian yang dikemas dalam kuliah umum tersebut diharapkan dapat menghasilkan pemikiran baru dan dapat diimplementasikan dengan gerakan nyata.

Kegiatan menghadirkan empat nara sumber secara virtual dari Indonesia dan Malaysia. Mereka antara lain Prof Dr Muhammad Ridhwan Ab Aziz (University Sains Islam Of Malaya), Abdul Aziz Yahya Saoqi SEI MSc (Badan Amil Zakat Nasional/BAZNAS), KH Anang Rikza Masyhadi MA (Pimpinan Pondok Modern Tazakka Batang), dan Dr H Nurodin Usman Lc MA (Dekan FAI dan Ahli Wakaf).

Prof Ridhwan menyampaikan materinya terkait tema kuliah umum dengan sudut pandang pendidikan. Menurutnya, perlu adanya integrasi antara business venture, share market, sharia compliance yang dapat membantu pendidikan agar pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan muslim economics.

Artikel Menarik Lainnya :  Implementasi Link & (Super) Match SMK Pusat Keunggulan

Sementara itu, Abdul Aziz Yahya Saoqi menjelaskan ada beberapa tantangan ZISWAF ke depan. Ia menyebut, sistem pengelolaan zakat, internal, dan eksternal pengelolaan zakat.

”Digitalisasi juga menjadi salah satu tantangan bagi kami, apalagi di saat pandemi sehingga kami melakukan banyak sekali terobosan baik dalam penghimpunan zakat maupun penyaluran zakat,” tuturnya. (wid)