Saba Desa di Ngombol, Bupati Purworejo Banjir Keluhan

SALAMAN. Bupati bersalaman dengan anak- anak yang menyambutnya di kegiatan Bupati Saba Desa. (Foto lukman)
SALAMAN. Bupati bersalaman dengan anak- anak yang menyambutnya di kegiatan Bupati Saba Desa. (Foto lukman)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Bupati Purworejo RH Agus Bastian SE MM kembali melakukan kegiatan Bupati Saba Desa (BSD) di wilayah Kecamatan Ngombol, Selasa (14/6).

Didampingi sejumlah Kepala Perangkat Daerah terkait, Bupati mengunjungi lima desa di Kecamatan Ngombol yaitu Desa Desa Candi, Kedondong, Kuwukan, Pulutan dan Walikoro.

Pada setiap lokasi yang dikunjungi, Bupati menyampaikan bantuan BLT DD. Sedangkan untuk bantuan dari BAZNAS diserahkan secara simbolis di salah satu desa.

Dalam kesempatan itu, sejumlah warga menyampaikan keluhannya kepada Bupati. Antara lain tanaman padi ambruk akibat cuaca buruk, sehingga tidak bisa di panen dan harus memulai tanam lagi. Sehingga warga meminta adanya ketersediaan air.

Menanggapi hal itu, Bupati mengungkapkan bahwa pemerintah sudah melakukan koordinasi terkait langkah-langkah recovery tanaman padi yang rusak akibat hujan angin. Sedangkan terkait kerugian yang dialami petani, Bupati menghimbau agar para petani mendaftarkan diri sebagai peserta Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

“Bayar preminya murah kok, hanya Rp 144 ribu setiap hektar permusim tanam. Itupun masih ada subsidi dari pemerintah, sehingga  petani hanya membayar Rp 36 ribu. Ketika terjadi bencana, akan mendapatkan ganti rugi sebesar Rp 6 juta,” ungkapnya.

Warga lain meminta perbaikan jalan Guyangan – Bongkot hingga SMPN 11 Purworejo. Jalan tersebut dinilai dapat memangkas waktu yangg cukup banyak, sehingga perjalanan menjadi lebih efisien. “Ruas jalan itu menghubungkan akses ke kecamatan, pasar, KUA, polsek, koramil dan puskesmas, sehingga sangat penting fungsinya,” kata warga.

Terkait hal itu, Bupati menjelaskan bahwa perbaikan jalan kabupaten terus dioptimalkan dan terus didorong, agar semua jalan berstatus jalan kabupaten mulus dan baik. ‘Perubahan sudah mulai terlihat, sehingga kalau dulu ada istilah jeglongan sewu, kini sudah mulai berkurang,” ungkapnya.

Mengenai pemberdayaan UMKM, Bupati meminta agar masyarakat berkooordinasi dan berkonsultasi dengan Dinas KUKMP. Sehingga berbagai persoalan yang dihadapi dalam berusaha, termasuk terkait permodalan dan pemasaran, dapat dicarikan solusinya. (luk)