Saatnya Petani Kopi Meraup Untung, Harga Kopi Robusta Naik Terus

Salah seorang petani kopi di Desa Muncar Kecamatan Gemawang sedang menjemur kopi saat panen raya beberapa bulan lalu. (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
JEMUR. Salah seorang petani kopi di Desa Muncar Kecamatan Gemawang sedang menjemur kopi saat panen raya beberapa bulan lalu. (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Harga biji kopi kering (Oce) Robusta dalam beberapa pekan terakhir ini terus mengalami kenaikan signifikan. Saat ini harga kopi Robusta mencapai Rp24.000 per kilogram.

Arifin salah satu pedagang kopi di Temanggung menuturkan, harga kopi oce jenis Robusta terus mengalami kenaikan sejak beberapa pekan terkhir ini, di pertengahan bulan Oktober lalu harganya di kisaran Rp21.800 per kilogram.

Kemudian lanjutnya, harga terus mengalami kenaikan dalam setiap pekannya, di akhir bulan Oktober harga sudah naik menjadi Rp22,500 hingga Rp23.000 per kilogram.

“Naik terus, harga tersebut dari petani,” katanya, Selasa (16/11).

Bahkan katanya, pada awal bulan November 2021 ini, harga kopi Robusta ini mengalami kenaikan hingga Rp24.000 per kilogram, padahal saat panen raya lalu harganya hanya di kisaran Rp21.000 per kilogram.

Menurutnya, kenaikan harga kopi saat ini karena permintaan kopi robusta dari luar daerah cukup tinggi, baik dari luar daerah Temanggung maupun dari pabrikan kopi.

“Alhamdulillah dengan adanya kenaikan harga kopi seperti ini, petani bisa lebih untung,” jelasnya.

Senada juga disampaikan oleh Ardi petani lainnya, kenaikan harga kopi ini untuk kopi yang dikelola oleh petani, proses pengolahan dilakukan dengan cara petik merih 70 sampai 90 persen.

“Yang terus naik harganya yakni kopi dari petani,” tuturnya.

Sedangkan kopi yang diproses oleh para pengelola kopi harga masih relatif stabil, seperti di antaranya kopi yang diproses dengan metode natural, harganya masih di kisaran antara Rp30.000 sampai Rp35.000 per kilogram.

“Proses natural ini harus petik merah, kemudian dijemur dengan kulitnya sampai kering, makanya harganya lebih stabil,” tuturnya.

Bahkan lanjutnya, kopi robusta yang dikelola dengan lebih baik lagi biasanya harganya mencapai Rp40.000 per kilogram, disebut dengan robusta premium.

Artikel Menarik Lainnya :  Keren! Vaksinasi untuk Para Pekerja di Temanggung Capai 98 Persen

“Konsumsinya di kafe-kafe, restoran dan sejumlah tempat lainnya,” ujarnya.

Ia berharap, kenaikan harga kopi dari petani ini bisa berimbas kepada kenaikan harga kopi yang diproses dengan petik merah, sehingga semua pengelola kopi bisa merasakan dampak yang sama.

“Biasanya kalau sudah memasuki akhir hingga awal tahun harganya bisa mengalami kenaikan, karena pasokan kopi dari petani maupun pengelola kopi sudah mulai berkurang,” tuturnya. (set)