Rp700 Juta Bangun Kampung Pemulung Gumuk Sepiring

Rp700 Juta Bangun Kampung Pemulung Gumuk Sepiring
BANGUN. Kampung Gumuk Sepiring yang dikenal sebagai kampung pemulung di Kota Magelang mulai mendapatkan dana bantuan untuk pembangunan, ditandai peletakkan batu pertama, kemarin. Foto : wiwid arif/magelang ekspres

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Renovasi belasan rumah tak laik huni di Kampung Gumuk Sepiring, Kelurahan Tidar Utara, Magelang Selatan mulai direalisasikan. Bantuan dana Rp700 juta dari CSR tersebut dialokasikan guna pembangunan sejumlah rumah dengan biaya setiap rumah mencapai Rp35 juta.

Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama, di kampung tersebut, oleh Wakil Walikota Magelang M Mansyur, kemarin.

Hadir pada acara tersebut, Komandan Kodim 0705/Magelang Letkol Arm Rohmadi, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Magelang Bowo Adrianto, Pimpinan Bank Jateng Cabang Koordinator Magelang Muhammad Yuda Negara, dan lainnya.

”Harapannya (setelah dibangun) kampung ini menjadi lokasi yang asri, indah, kalau ada yang datang itu jadi terkesan dan menyenangkan,” ujar KH M Mansyur.

Tidak sekadar jadi permukiman, lanjut Mansyur, diharapkan membuka peluang mata pencaharian tambahan bagi penduduk setempat, misalnya di sektor wisata, ojek, dan lainnya.

“Ke depan bisa jadi tambahan penghasilan bagi penduduk sini, misalnya ojek lokal. Warga yang datang ke sini bisa naik ojek, sambil menikmati pemandangan yang indah,” imbuh Mansyur.

Kepala Disperkim Kota Magelang, Bowo Adrianto memaparkan, untuk memperbaiki permukiman ini Pemkot Magelang berkolaborasi dengan Bank Jateng guna pembiayaan, Kodim 0705/Magelang sebagai tenaga proses pembangunan, CSR, maupun lembaga-lembaga terkait.

“Masing-masing rumah dibiayai Rp35 juta, jadi total biaya sekitar Rp700 juta. Kemudian, dibantu oleh CRS seperti PLN untuk aliran listrik, PDAM, Baznas, dan sebagainya,” terang Bowo,

Sedangkan untuk membuka akses pembangunan jalan, kata Bowo, akan dianggarkan melalui dua kali pembiayaan, yaitu pada APBD Perubahan tahun anggaran 2022. Alokasi itu difungsikan guna membangun jalan yang melewati lahan eks bengkok dengan nilai Rp200 juta oleh Dinas Perkim. Kemudian APBD Tahun Anggaran 2023 untuk pembangunan jalan dengan anggaran sekitar Rp1 miliar oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Magelang.

Pimpinan Bank Jateng Cabang Koordinator Magelang Muhammad Yuda Negara menuturkan, Bank Jateng senantiasa mendukung upaya-upaya pengentasan kemiskinan, pengembangan unit usaha mikro dalam rangka percepatan ekonomi daerah, khususnya pasca pandemi Covid-19.

Pihaknya melihat potensi di Kampung Gumuk Sepiring ini menjadi kampung wisata. Diharapkan, depan ada space (ruang) yang bisa dikunjungi dan pusat kegiatan masyarakat.

“Saya melihat ada potensi disini, jadi Kampung Witasa, yang bisa menarik wisatawan luar daerah,” katanya. (wid)