Ritual Sakral Inilah yang Menggambarkan Perpindahan Ibu Kota Temanggung

Bupati HM Al Khaziq, melakukan Penggantian Songsong Djojonegoro, Selasa (9/11) malam.
SONGSONG. Bupati HM Al Khaziq, melakukan Penggantian Songsong Djojonegoro, Selasa (9/11) malam.

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Penggantian songsong menjadi salah satu ritual yang wajib dilakukan saat perayaan HUT Temanggung. Tidak mengenal kondisi dan cuaca apapun, penggantian songsong tetap dilakukan di malam hari jadi kota tembakau ini.

Meskipun hujan tidak kunjung reda saat tepat dilakukan penggantian songsong, ritual tetap berjalan dengan khidmat. Suara bende dan kenong menandai langkah bregodo prajurit yang mengiringi Bupati HM Al Khadziq, Wakil Bupati Heri Ibnu Wibowo beserta seluruh pimpinan forkompimda dari pendopo Pengayoman menuju pusara makan bupati pertama Temanggung Tumenggung Aria Djojonegoro di kompleks Masjid Agung Darussalam, Selasa (9/11/2021) malam.

Penggantian songsong merupakan rangkaian setelah sehari sebelumnya digelar upacara ‘Boyong Menoreh’ sebagai gambaran perpindahan ibu kota Kabupaten Menoreh di Parakan ke Kabupaten Temanggung. Adapun untuk tahlil dipimpin KH Haidar Muhaiminan Gunardho.

Bupati HM Al Khadziq mengatakan, malam sakral penggantian Songsong Djojonegoro dan juga tahlil untuk mendoakan arwah bupati pertama Temanggung dan juga para pimpinan, para kiai, para pahlawan, para tokoh masyarakat, dan segenap potensi masyarakat Temanggung yang telah berjasa membangun kabupaten ini dan telah gugur. Dengan harapan semoga arwah para suhada ini diterima di sisi Allah SWT dan diganjar dengan surga-Nya.

“Pada malam hari ini kita akan melakukan tahlilan yang jadi pertanda Hari Jadi Temanggung yang ke-187 tahun. Peringatan tahun ini mengusung tema ‘Kita Kuat Makin Hebat’ yang artinya bahwa dalam menghadapi berbagai cobaan berbagai rintangan dan berbagai permasalahan yang ada, khususnya dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini, jika kita bersama-sama antara satu dengan yang lainnya, saling bahu-membahu, sehingga kita kuat menghadapi. InsyaAllah Kabupaten Temanggung akan menjadi semakin hebat di masa-masa yang akan datang,” papar Bupati.

Artikel Menarik Lainnya :  SMPN 6 Temanggung Juarai Liga Pelajar Tingkat SMP/MTs

Dikatakan, peringatan Hari Jadi Kabupaten Temanggung tahun ini dilaksanakan secara sederhana, tidak ada kegiatan perayaan, penggerakan massa dan lain sebagainya karena masih dalam keadaan pandemi Covid-19. Namun tanpa mengurangi makna peringatan hari jadi ini, Kabupaten Temanggung menyelenggarakan berbagai kegiatan mulai dari ‘Grebeg Parakan’ kemudian penyerahan Songsong Djojonegoro di Parakan.

Bupati berharap usia Temanggung ke-187 tahun ini benar-benar menjadi momentum bagi kita semua untuk refleksi. Kemudian membangun Kabupaten Temanggung setelah Covid-19, menghadapi era baru yang mana Temanggung bisa tambah tata, titi, tentrem, marem, lan gandem.

“Karena dulu Kabupaten Temanggung ini ibu kotanya di Parakan lalu pindah ke Temanggung, sehingga kita merekonstruksi perpindahan ini dilaksanakan ‘Grebeg Menoreh’ kemudian setelah itu kita melaksanakan pergantian Songsong Djojonegoro,” katanya. (set)