Rindu yang Tertahan Selama PPKM Darurat

    KHUSUK. Sejumlah jamaah khusuk berada di dalam masjid sebelum Salat Jumat, dimulai. (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
    KHUSUK. Sejumlah jamaah khusuk berada di dalam masjid sebelum Salat Jumat, dimulai. (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

    TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Meskipun masih ada pembatasan jumlah jamaah, namun umat Islam di Kecamatan Tembarak sudah cukup lega, pasalnya ibadah Salat Jumat sudah bisa kembali dilakukan di tengah pandemi Covid-19.

    SETYO WUWUH, Tembarak

    Pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum tahu kapan ujungnya, masih menjadi mimpi buruk bagi masyarakat, apalagi beberapa waktu lalu Pemerintah Kabupaten Temanggung melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

    Dengan dilaksanakannya PPKM Darurat, segala bentuk aktivitas masyarakat yang menimbulkan kerumunan untuk sementara waktu ditiadakan, upaya ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di masyarakat.

    Termasuk salah satunya adalah kegiatan berjamah di tempat ibadah, tidak hanya di masjid, musala, gereja dan tempat ibadah lainnya. Namun semua bentuk kegiatan yang diperkirakan akan menimbulkan kerumunan oleh pemerintah sangat dibatasi.

    Namun setelah PPKM Darurat berakhir pada 20 Juli dan kemudian diperpanjang hingga tanggal 2 Agustus 2021 lalu, kini Temanggung sudah berada di level 3 PPKM.

    Dengan turunnya level ini maka sejumlah kegiatan yang sebelumnya benar-benar tidak diperbolehkan, kini mulai ada kelongaran, meskipun masih harus mematuhi protokol kesehatan.

    “Alhamdulilah hari ini hari Jumat pertama bisa kembali melakukan salat berjamaah jumat,” tutur Ahmad Munadi salah satu Jamaah di Masjid Jami Kecamatan Tembarak, Jumat (6/8).

    Ia menuturkan, selama bulan Juli sama sekali tidak melakukan salat Jumat berjamaah di masjid, Salat Jumat diganti dengan Salat Dzuhur di rumah masing-masing.

    “Kami sebagai masyarakat hanya bisa mengikuti aturan dari pemerintah, kami yakin aturan yang dibuat oleh pemerintah ini adalah yang terbaik untuk masyarakat,” ujarnya.

    Menurutnya, saat ini memang sudah bisa kembali beraktivitas di masjid, tidak hanya salah jamaah Jumat saja, melainkan salat lima wktu lainnya juga sudah kembali dilaksanakan di masjid.

    Artikel Menarik Lainnya :  2 Pekan, PTM di Temanggung Berjalan Lancar

    “Jaga jarak saat berjamaah, tidak berkerumun dan selalu memakai masker, membawa sajadah sendiri sudah sangat dipahami oleh masyarakat,” tuturnya.

    Sementera itu Kapolres Temanggung AKBP Burhanuddin mengatakan, saat ini Kabupaten Temanggung masuk dalam level 3 PPKM, sehingga sejumlah kegiatan sudah bisa dilakukan. Hanya saja wajib mentaati aturan yang berlaku.

    “Salat berjamaah di masjid bisa dilakukan, dengan catatan wajib mentaati protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19, jumlah jamaah hanya 20 persen dari kapasitas masjid atau tempat ibadah lainya,” jelasnya.

    Kapolres mengimbau meskipun saat ini kegiatan sudah ada kelongaran, namun masyarakat di Temanggung tetap wajib menaati dan menjalani disiplin protokol kesehatan.

    “Masker wajib dipakai saat beraktivitas di luar rumah, protokol kesehatan lainnya juga wajib dilakukan, ini harus dilakukan oleh semua lapisan masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid-19,” pesannya. (*)