Reog Ponorogo Sedot Perhatian Ribuan Penonton Pawai Seni Merdeka

MEMUKAU. Reog Ponorogo tampil memukau di hadapan ribuan penonton di city walk Alun-alun Temanggung, Kamis (18/8). (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
MEMUKAU. Reog Ponorogo tampil memukau di hadapan ribuan penonton di city walk Alun-alun Temanggung, Kamis (18/8). (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Reog Ponorogo dan 20 kelompok kesenian asli Temanggung, berhasil menyedot ribuan penonton saat pawai seni merdeka digelar Kamis (18/8). Ke depan dewan berharap gelaran ini akan dikemas lebih baik dan lebih meriah lagi, sehingga bisa menjadi daya tarik wisata di Temanggung.

Bupati Temanggung M Al Khadziq mengatakan, pawai seni merdeka ini bukan hanya menjadi ajang bagi seniman di Temanggung untuk berkarya, namun juga menjadi salah satu agenda kegiatan yang bisa menggerakan perekonomian.

“Dua tahun pandemi Covid-19 sudah membatasi semua kegiatan masyarakat, pawai seni merdeka ini bisa membangkitkan semangat dan bisa mengerakan rosa perekonomian di masyarakat,” katanya di sela menyaksikan langsung pawai seni merdeka, kemarin.

Ia menyebutkan, dalam pawai seni merdeka ini setidaknya ada 20 kelompok kesenian dan satu kelompok kesenian asli dari Ponorogo yakni reog Ponorogo yang tampil di hapadan ribuan masyarakat Temanggung.

Kelompok kesenian reog ini asli dari Ponorogo Jawa Timur. Kehadiran seniman asli Jawa Timur ini bisa menjadi salah satu ajang belajar dan tukar pengalaman bagi seniman Temanggung. Begitu juga sebaliknya, seniman Ponorogo juga bisa melihat langsung kekayaan seni dan budaya yang ada di Temanggung.

Ketua DPRD Temanggung menambahkan, ledakan masyarakat untuk menyaksikan langsung pawai seni merdeka ini terjadi, masyarakat Temanggung dari berbagai penjuru turun gunung mengikuti dan menyaksikan langsung pawai yang sudah dua tahun tidak digelar.

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi, dua tahun pandemi tidak ada kegiatan kesenian menjadi salah satu alasan ledakan penonton saat acara digelar,” terangnya, kemarin.

Bahkan kata Yunianto, berdasarkan informasi dari pihak panitia dan masyarakat, masih ada sejumlah kelompok kesenian yang akan ikut dalam acara ini. Namun panitia terpaksa membatasi jumlah kelompok kesenian.

“Jika tidak dibatasi panitia panitia kewalahan, sedangkan dibatasi saja kondisinya sudah sangat ramai dan meriah, kondisi saat ini menunjukan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi, setelah pandemi Covid-19 dua tahun terakhir ini,” jelasnya.

Yunianto mengatakan, ke depan pemda sudah harus memberikan kontribusi dan stimulan untuk kegiatan seperti ini dan juga yang pasti budaya di Temanggung harus dipertahankan dijaga dan dirawat sehingga nilai seni budaya di Temanggung akan lestari dan tidak luntur

Dikatakan, pihaknya sangat mendorong kearifan lokal, menyelamatkan seni daerah, juga mendorong destinasi wisata salah satu variabel adalah kekegiatan kesenian.

“Tahun berikutnya akan kita save akan dorong agar seni budaya lokal dengan budaya lokal, akan dibuktikan Temanggung kaya seni dan budaya, kedepan jauh leih baik dan lebih meriah,” katanya.

Sementara itu Kapolres Temanggung AKBP Agus Puryadi menambahkan, pihaknya mendatangkan langsung kesenian reog Ponorogo, selain untuk memberikan hiburan kepada masyarakat, juga memberikan pemahaman bahwa reog Ponorogo asli, bukan dari daerah lain.

“Memang sudah banyak kesenian dan buadaya asli Temanggung yang tampil, namun kita datangkan yang berbeda, saat ini banyak diklaim negara luar makanya dengan disosialisasikan bahwa reog itu adalah asli Indonesa asli milik RI bukan orang lain.

Ini adalah momen yang sangat tepat selesai pandemi di mana-mana sudah mulai pentas seni, seni mempunyai daya tarik tersendiri untuk menghadirkan warga,” kata pria yang asli Ponorogo ini. (set)