Rehab Rumah, Warga Sawangan Wonosobo Tewas Kesetrum

OLAH TKP. Tim inafis Polres Wonosobo melakukan olah TKP terhadap kasus meninggalnya warga Sawangan yang diduga kesetrum saat melakukan renovasi rumah
OLAH TKP. Tim inafis Polres Wonosobo melakukan olah TKP terhadap kasus meninggalnya warga Sawangan yang diduga kesetrum saat melakukan renovasi rumah

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM– Seorang pria berinsial B (38) asal Desa Sawangan Leksono tewas tersengat listrik. Tubuh korban diduga terpental dan masuk ke dalam bak penampungan air miliknya yang sedang direnovasi.

“Korban diduga meregang nyawa setelah tersengat listrik. Pria itu tewas di bak penampungan air miliknya sendiri yang sedang direnovasi,” ungkap Kasi Humas Polres Wonosobo AKP Slamet Prihatin.

Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Bermula pada saat korban bermaksud merenovasi rumah barunya. Korban akan membangun sebuah bak penampungan air yang terletak diatas rumah.

Namun nahas, ketika sedang membuat proses bak penampungan, diduga ada kabel yang terbuka dan mengenai tubuh korban. Kabel tersebut digunakan untuk mengalirkan aliran listrik penerangan renovasi rumah yang dilakukan malam hari.

“Jadi korban membuat bak penampungan dilakukan pada malam hari, menggunakan lampu untuk penerangan, sehingga diduga kuat, kesetrum jaringan listrik itu,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, saat korban menarik kabel listrik yang ternyata masih ada alirannya, korban tersetrum sehingga terjatuh dan masuk ke bak penampungan air dengan ketinggian kurang lebih 2,5 meter. Anak korban yang melihat kejadian tersebut, langsung berteriak meminta tolong kepada warga sekitar.

“Dua orang warga yang mendengar teriakan anak korban. Kemudian mematikan aliran listrik yang masih menyala dan selanjutnya menolong korban yang terjatuh masuk ke bak,” jelasnya.

Saat diangkat dari dalam bak, korban ternyata sudah meninggal dunia. Mendapatkan laporan kejadian tersebut, petugas kepolisian Resor Wonosobo langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan. Hasil dari olah TKP Tim Inafis Polres Wonosobo tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.

“Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai sebuah musibah dan keluarga juga keberatan untuk dilakukan autopsi. Selanjutnya jenazah korban diserahkan ke pihak keluarga untuk dilakukan pemakaman,” pungkasnya. (gus)