Rawan Longsor, Warga Jebengplamita Wonosobo Dilatih Mitigasi Bencana

Peserta pelatihan penanggulan bencana alam korem 072/pamungkas memberikan edukasi terkait tanda bencana kepada warga jebenglamitan sukoharjo, kemarin
EDUKASI. Peserta pelatihan penanggulan bencana alam korem 072/pamungkas memberikan edukasi terkait tanda bencana kepada warga jebenglamitan sukoharjo, kemarin

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Mengurangi risiko saat terjadi bencana alam, warga Desa Jebengplamitan Kecamatan Sukoharji dilatih mitigasi bencana oleh peserta latihan Penanggulangan Bencana Alam Korem 072/Pamungkas. Warga mendapatkan sosialiasi soal tanda bencan alam

“Peserta peanggulangan bencana melakukan edukasi dan sosialisasi kepada warga terkaita tanda bencan alam seperti jalur evakuasi, titik kumpul, dan sebagainya.  Sehingga diharapkan apa bila terjadi bencana sedikit banyak masyarakat sudah paham dan tidak panik,” ungkap Pasi Ops Kodim 0707/Wonosobo Kapten Inf Robet.

Menurutnya, selain pengenalan juga dilakukan  pemasangan tanda – tanda tersebut dilokasi strategis di desa,  mudah dibaca banyak orang, diharapkan masyarakat tahu apa maksud dan tujuan dipasangnya simbol simbul tersebut.

“Sebelum dilakukan pemasangan tanda tanda itu, dilakukan penjelasan kepada seluruh lapisan masyrakat, agar mereka mengerti maksud dan tujuan, jadi ketika terjadi bencana mereka tahu titik kumpulnya dan apa saja yang harus dilakukan,” ujarnya.

Sementara itu, Pelda Mulyono Batuud Sukoharjo saat memasang tanda – tanda bencana alam menyampaikan bahwa pemasangan ini dimaksudkan bukan untuk menakut-nakuti akan tetapi sebagai perhatian masyarakat saat ini memang di sekitar lokasi sudah ada tanda tanda tanah longsor seperti beberapa bangungan mulai retak akibat terjadinya pergeseran tanah.

“Tanda – tanda tersebut harus diwaspadai bersama. Kita semua berharap dan berdoa semoga bencana tidak terjadi.  Itu hanya sebagai peringatan kita semua untuk lebih waspada sebab saat ini hujan turun dengan intensitas tinggi jika sore hari dengan waktu yang agak lama,” katanya

Yang tidak kalah penting adalah kepada masyarakat tanda – tanda ini agar dirawat, jangan dirusak sehingga orang tahu saat terjadi bencana masyarakat tahu harus kemana untuk mencari tempat yang aman.

Artikel Menarik Lainnya :  Carica dan Mie Ongklok Antarkan Wonosobo Raih Anugerah Sebagai  Kabupaten Kreatif 2021 dari Kemenparekraf

“Tanda bencana itu jangan sampai dirusak, jika sudah aus atau gambarnya pudar, segera dilakukan pencetakan lagi, pihak desa harus melakukan pemeliharaan,” pungkasnya. (gus)