Ratusan Siswa SMP Mutual Tanda Tangani Gerakan Anti Bullying

Ratusan Siswa SMP Mutual Tanda Tangani Gerakan Anti Bullying
TANDA TANGAN. Seluruh siswa SMP Muhammadiyah Alternatif 1 Kota Magelang dukung deklarasi anti bullying, Senin (8/8).

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Untuk menciptakan suasana sekolah yang nyaman dan aman serta bebas dari pelecehan, SMP Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang mengadakan Deklarasi Dan Kampanye Anti Bullying di lingkungan sekolah. Acara ini dilaksanakan setelah upacara hari senin dengan ditandai penandatanganan bersama, Senin (8/8).

Kegiatan ini dilatarbelakangi antisipasi agar tidak terjadi tindak pelecehan sehingga menimbulkan beberapa pihak yang dirugikan. Selain itu, problematika bullying memang sulit dihilangkan. Sehingga edukasi dan kampanye itu harus digerakkan.

Mita Meitasani selaku guru Bimbingan Konseling (BK) SMP Mutual menjelaskan bahwa kegiatan ini hanya sebuah deklarasi simbolis. Akan ada follow up yang serius sehingga memastikan para siswa benar-benar nyaman disekolah. Terlebih, SMP Mutual ada dua program yaitu boarding dan fullday school.

“Kita tak boleh bosan mengingatkan. Bullying tidak bisa hilang. Pasti ada. Namun, kita bisa mengantisipasi dengan terus mengedukasi dan tindakan tegas bagi pelakunya”, ucapnya kepada wartawan.

Dijelaskan, bahwa hal ini bukan hanya tugas guru BK atau agama, namun butuh kerjasama dalam mengkampanyekan dan mengawasi.

“Ada ikrar dan tandatangan bersama secara simbolis. Namun, secara tidak langsung kegiatan kampanye ini bisa dimasifkan seperti adanya penempelan poster, motivasi dan yang terpenting adalah mengasah rasa simpati diantara teman sehingga ada rasa tenang dan nyaman saat bersama-sama,” jelasnya.

Wasi’un selaku kepala sekolah menyampaikan bahwa deklarasi ini diharapkan mampu menggugah kesadaran siswa untuk tidak terlibat masalah bullying. Pasalnya, disadari atau tidak, fase ini sangat rentan terjadi dikalangan pelajar. “Kita ingin membuat SMP Mutual sebagai sekolah yang nyaman dan aman dalam proses pembelajaran,”tegasnya.

Dalam sambutannya, pria yang bergelar master ini berharap para siswa mampu menjadi agen perubahan. Keteladanan dan kepedulian sebagai sarana untuk menggerakkan kebaikan yang bisa dicapai dengan bersama-sama. “Sanksi akan tegas jika ada yang tidak mengindahkan. Tim BK menjadi corong utama yang akan mengawal program ini,” pungkasnya. (hen)