Rata-rata Lama Sekolah Perempuan di Wonosobo 6,67

KARTINI. Pemkab Wonosobo gelar resepsi puncak peringatan Hari Kartini di pendopo kabupaten, kemarin.
KARTINI. Pemkab Wonosobo gelar resepsi puncak peringatan Hari Kartini di pendopo kabupaten, kemarin.

WONOSOBO, MAGELANGEKPRES.COM Momentum Hari Kartini merupakan penghormatan kepada Kartini, sebagai sosok pahlawan bangsa yang telah berjuang untuk mendapatkan kesetaraan hak perempuan atas pendidikan sebagaimana laki-laki. Sebagai pahlawan yang memperjuangkan pendidikan untuk perempuan, Kartini menjadi tauladan perempuan saat ini untuk berkarir di ranah publik.

“Saya menaruh harapan dan optimisme bagi setiap perempuan masa kini dengan meneladani Kartini sebagai perempuan hebat, sehingga mampu bersaing dan berkarir di ranah publik maupun politik,” ungkap Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat,  saat menjadi pemateri pada talkshow Peringatan Hari Kartini di Pendopo Utara, Kamis, 21/4.

Menurutnya, dalam diri perempuan memiliki potensi yang luar biasa, jika disalurkan pada tempat yang tepat maka akan mampu memberikan perubahan dan kinerja yang baik. Afif mendorong agar spirit kartini terus digelorakan, utamanya bagi generasi muda Wonosobo agar berani berbicara di depan  publik. Sebab menurutnya, pemikiran perempuan sangat penting untuk didengar dalam proses  mewujudkan Wonosobo yang berdaya saing, maju, dan sejahtera.

“Perempuan harus bangkit dan berani bersuara dimulai dari rumah tangga yang berkualitas akan melahirkan keluarga yang sejahtera hingga pada kegiatan pemerintahan guna mewujudkan Wonosobo yang kita cintai yang berdaya saing, maju, dan sejahtera,” katanya.

Sementara itu, Ketua TP PKK  Dyah Retno Afif mengatakan, perempuan memiliki potensi luar biasa untuk memajukan bangsa ini. Namun , di era masa kini masih ada ketidakadilan seperti diskriminasi, subordinasi dan marginalisasi yang dialami kaum perempuan.

Untuk itu, perempuan harus terus maju menggapai impian dengan memanfaatkan akses informasi semaksimal mungkin sehingga mampu berdaya dalam bidang pendidikan, sosial dan ekonomi untuk berkontribusi memajukan bangsa.

Menurutnya, kondisi perempuan di Kabupaten Wonosobo rata-rata lama sekolah hanya 6,67,  harapan lama sekolah 11,79  pengeluaran perkapita 9,44, Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) 48,68. Selain itu, keterlibatan di lembaga legislatif juga masih rendah dan masalah perkawinan anak usia dini angkanya juga masih tinggi, tahun 2021 sebanyak 479 kasus.

“Untuk seluruh perempuan untuk terus maju menggapai impian di tengah multi peran yang sangat luar biasa baik di ranah keluarga, politik, pekerjaan, sosial, dan lainnya,” terangnya.

Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Maya Rosida digelarnya  acara tersebut untuk bersama mewujudkan cita-cita Raden Ajeng Kartini agar memiliki kesempatan yang lebih baik dalam mendapatkan akses di berbagai bidang kehidupan. Termasuk mewujudkan kualitas keluarga melalui peran ibu sebagai jantung keluarga dalam menciptakan generasi yang tangguh dan berakhlak mulia.

Menurutnya, puncak peringatan Hari Kartini ke-143, dimeriahkan dengan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan sejak tanggal 6 Maret dan 8 Maret 2022 berkolaborasi dengan organisasi perempuan yang ada di wonosobo. (gus)