Raih 28 Medali, Pasific Swimming Indonesia Surakarta Juarai KRAP Walikota Magelang Cup 2022

PIALA. Para perwakilan klub dan atlet renang terbaik ajang KRAP Walikota Magelang Cup 2022 mendapatkan piala.(foto : wiwid arif/magelang ekspres)
PIALA. Para perwakilan klub dan atlet renang terbaik ajang KRAP Walikota Magelang Cup 2022 mendapatkan piala.(foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM Klub Pasific Swimming Indonesia Surakarta tampil begitu perkasa di ajang Kejuaran Renang Antar-Perkumpulan (KRAP) Walikota Magelang Cup Tahun 2022.

Mereka memborong 28 medali terdiri dari 13 medali emas, 7 perak, dan 8 perunggu sehingga berhak meraih juara umum kompetisi renang perdana berskala nasional di Kota Sejuta Bunga itu.

Selanjutnya, pada posisi kedua, Bhumi Phala Swimming Club Temanggung memperoleh 13 medali emas, 1 perak, 3 perunggu. Lalu, Wijaya Swimming Club Cirebon berada di urutan ketiga dengan torehan 12 medali emas, 7 perak, dan 5 perunggu.

Acara KRAP Walikota Cup Magelang Kota Tahun 2022 ini merupakan even perdana di Samapta Aquatic Stadium (SAS) yang baru saja diresmikan tahun ini. Ajang tersebut digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Magelang bekerja sama dengan Perkumpulan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kota Magelang 4-5 Maret 2022. Kejuaraan diikuti 470 atlet, dari 13 provinsi.

Teknikal Delegasi PB PRSI Pusat, KRAP Walikota Magelang Cup 2022, Tri Tunggal Setiawan memberikan sejumlah rekomendasi dan saran terkait jalannya perlombaan hingga fasilitas, sarana, dan prasarana SAS. Ia mengatakan, secara umum pelaksanaan perlombaan itu berjalan lancar dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Ada pelaksanaan swab antigen dua kali, untuk juri, atlet, wali atlet, official, panitia, pelatih, bahkan para pedagang. Kemudian untuk memecah kerumunan, lomba dilaksanakan tanpa penonton,” ujarnya.

Dia juga memberi catatan terkait beberapa fasilitas yang ada di kolam renang SAS. Seperti penggunaan tangga kolam sebaiknya dibuat portable.

“Selain itu, sebaiknya ada kolam pemanasan. Lampu kolam juga masih di bawah 600 lux,” tuturnya.

Dia menyatakan, rekomendasi sarana dan prasarana SAS yang paling krusial adalah area kamar bilas di sisi utara. Jika memang diperuntukkan bagi fasilitas kolam, maka sebaiknya ada pembatas tembok setinggi 2-3 meter dengan akses jalan keluar yang tidak mengganggu jalannya lomba.

“Ruang bilas yang berada di sisi utara kolam, atau di belakang start blok dipindahkan dari tempat saat ini. Karena kalau tidak, maka SAS menjadi satu-satunya venue yang menyediakan ruang bilas berada di belakang start blok,” ujarnya.

Kalaupun tidak dipindahkan, lanjutnya, minimal ada pembatas tembok setinggi 2-3 meter dan ada akses jalan khusus. Dengan demikian, keberadaan fasilitas tersebut tidak mengganggu jalannya lomba.

“Lalu lantai keramik di semua area tergolong licin kalau terkena air dan ini tidak cocok untuk area kolam sehingga perlu diganti atau dilapisi,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala UPT Sport Center, Gelora Sanden, Bayu Saputro mengatakan, KRAP Walikota Magelang Cup 2022 sukses menjadi penanda bahwa pembangunan SAS telah selesai.

“Berbagai masukan akan kami tangkap baik dari panitia maupun peserta, sebagai penyempurna sarana dan prasarana. Perlu adanya kolaborasi berbagai pihak, agar dapat memunculkan event, khususnya yang mendukung konsep Sport Tourism di Kota Magelang,” ujarnya.

Dia berharap, ajang ini dapat menjadi annual event yang berkualitas sehingga dapat menjadi daya tarik Kota Magelang di kancah nasional. Selain itu, juga berdampak pada pengembangan ekonomi kawasan sport center.

“Catatan ini untuk kebaikan, sehingga sport center betul-betul bisa menjadi kebanggaan masyarakat Kota Magelang. Tentu akan kami masukkan dalam agenda prioritas penyempurnaan kami, untuk mempersiapkan pelaksanaan KRAP Walikota Magelang Cup berikutnya. Kami akan siapkan langkah antisipasi dan alternatif penanganan di SAS,” pungkasnya. (wid)