Puting Beliung Terjang Dua Rumah

    Puting Beliung Melanda
    RUSAK.  Rumah milik warga di Desa Ngropoh Kecamatan Kranggan rusak disapu puting beliung. 

    TEMANGGUNG – Bencana alam sepertinya masih mengancam wilayah Kabupaten Temanggung. Di akhir pekan lalu dua rumah milik warga di dua kecamatan menjadi korban ganasnya angin puting beliung hingga memaksa penghuninya mengungsi.

    Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung Gito Walngadi mengatakan, di akhir pekan kemarin sejak Jumat (8/3) malam hingga Sabtu (9/3), cuaca di wilayah Kabupaten Temanggung cukup ekstrim. Hujan disertai dengan angin kencang melanda hampir di semua wilayah.

    “Hujan yang terjadi cukup lama, mulai dari gerimis sampai deras disertai dengan angin kencang terjadi hampir selama dua hari itu,” terangnya, kemarin.

    Akibatnya, dua rumah di dua kecamatan mengalami kerusakan yang cukup parah, terutama kerusakan pada bagian atap rumah.

    “Karena bencana alamnya angin, kerusakannya pada bagian atap genteng kabur dan bagian lainnya rusak,” terangnya.

    Dua rumah yang mengalami kerusakan tersebut yakni, rumah milik Waltijah (36) warga Dusun Grogol Desa Traji Kecamatan Parakan dan Sugeng (42) warga Desa Ngropoh Kecamatan Kranggan.

    Rumah milik Waltijah rusak di bagian atap karena memang tersapu anging puting beliung. Sedangkan rumah milik Sugeng rusak karena tertimpa dua pohon.

    “Puting beliung yang terjadi di Desa Ngropoh Kecamatan Kranggan menyebabkan dua pohon roboh, dan kemudian pohon tersebut menimpa rumah milik Sugeng,” jelasnya.

    Akibat tertimpa dua pohon tersebut, atap rumah milik Sugeng mengalami kerusakan yang cukup parah, kerugian yang ditanggung oleh Sugeng diperkirakan mencapai Rp12.000.000.

    “Untuk sementara ini keluarga korban masih menumpang di rumah sanak saudaranya, karena rumahnya masih diperbaiki,” terangnya.

    Selain dua bencana alam tersebut, selama dua hari yang sama juga terjadi bencana alam lainnya yakni saluran air longsor di Desa Paponan Kecamatan Kledung dan longsor di Desa Pateken Kecamatan Wonoboyo.

    Artikel Menarik Lainnya :  Melongok Gerak Kereta Api Menerobos Pandemi

    “Longsor di Pateken Wonoboyo menyebabkan jalan penghubung desa Pateken dan Semen putus,” tandasnya. (set)