Bawaslu Dalami Kasus Money Politics

0
1415

Keterangan Saksi Beratkan Caleg

PURWOREJO – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Purworejo terus mendalami kasus money politics yang menimpa Caleg PKS berinisial Gr yang dilakukan pada saat hari tenang, Senin (15/4) malam lalu.

Ketua Bawaslu Purworejo, Nur Kholiq mengungkapkan, Bawaslu Kabupaten Purworejo akan bekerja cepat selama dua pekan hari kerja untuk menangani permasalahan tersebut. Pihaknya sudah menghadirkan dua orang saksi yang ada di lokasi saat dilakukan tangkap tangan di rumah terlapor di Desa Wiong Lor Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, kedua orang saksi itu tidak mengelak jika dalam pertemuan yang berbalut istigosah itu, ada kegiatan pembagian uang yang akan digunakan untuk mempengaruhi warga sasaran untuk menentukan pilihannya.

Ketua Bawaslu Purworejo, Nur Kholiq sendiri membenarkan jika sudah ada 2 orang saksi yang dimintai klarifikasi. Pihaknya berencana akan memanggil beberapa orang saksi lagi untuk mengumpulkan materi lebih lengkap.

“Permasalahan ini sudah diregister pada Selasa (16/4). Dan proses klarifikasi akan tetap berlanjut,” kata Nur Kholiq, kemarin.

Disinggung mengenai pemanggil pelapor, Nur Kholiq mengungkapkan jika yang bersangkutan akan tetap dilakukan klarifikasi. Hanya saja, dia belum mau berterus terang kapan waktu untuk menghadirkan pelapor tersebut. “Tunggu saja,” imbuh Kholiq.

Sementara itu, Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Manungsong yang dimintai keterangan saat melakukan monitoring Pemilu 2019 mengungkapkan jika pihaknya masih menunggu laporan dari Bawaslu Purworejo.

“Kita nanti lakukan proses penydikan. Laporan yang masuk nantinya akan kita tindaklanjuti dan proses sesuai aturan yang ada,” kata Kapolres Indra.

Diberitakan sebelumnya, seorang calon anggota legislatif DPRD Kabupaten Purworejo berinisial Gr tertangkap tangan hendak membagikan uang politik. Ada dua orang terlapor dalam hal ini, selain Gr ada lagi yakni AEPR, istrinya yang tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil.

Bawaslu meminjam alat bukti dari rumah Gr berupa uang tunai senilai Rp 2.750.000, kartu nama, rekapitulasi nama saaran dan rekapitulasi daftar.(luk)