Purworejo Creative Festival Bakal Diramaikan Puluhan Pertunjukan dan UMKM Ekraf

KOORDINASI. Panitia PCF melakukan rapat koordinasi persiapan kegiatan di Pendopo Wakil Bupati Purworejo, kemarin. (Foto: eko sutopo)
KOORDINASI. Panitia PCF melakukan rapat koordinasi persiapan kegiatan di Pendopo Wakil Bupati Purworejo, kemarin. (Foto: eko sutopo)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Puluhan pertunjukan seni dan UMKM ekonomi kreatif (Ekraf) dari dalam dan luar Kabupaten Purworejo bakal meramaikan  event akbar bertajuk Purworejo Creative Festival (PCF). Event dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 15 hingga 17 Juli 2022 di area trotoar Alun- alun Kutoarjo dan Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Purworejo.

PCF diinisiasi oleh pelaku seni Purworejo, Nungky Nur Cahyani, dengan mengundang Heru Prasetya selaku Direktur Mataya Heritage Solo sebagai kurator. Ada 4 OPD yang turut mendukung, yakni Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar), Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUKMP), Dinas Perindustrian Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Dinperintransnaker), serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud).

Nungky Nur Cahyani, menyebut PCF adalah even berbentuk pentas seni pertunjukan/hiburan unik nonpanggung yang bertempat di salah satu wilayah yang memiliki keunikan atau ciri khas di daerah Purworejo. Lokasi itu yakni di area pendopo eks Kawedanan Kutoarjo dengan tujuan mengangkat kekhasan heritage bangunan pendopo.

Selain panggung hiburan, juga terdapat booth/stand pameran sekaligus sebagai tempat peragaan produksi bagi pengrajin (UMKM) yang langsung dijual dengan dikoordinir satu kasir oleh pihak penyelenggara untuk memudahkan pengecekan produksi dan penjualan. Nantinya pengunjung atau penonton yang datang tidak dipungut biaya masuk.

“Dalam event itu kami akan menampilkan puluhan crafter yang karyanya akan dikurasi dan 5 crafter luar kota. Yaitu pertunjukan tari, musik, teater dari Magelang, Solo, Malang dan seniman Purworejo.

Juga dipamerkan karya para perupa Purworejo, dalam konsep street art dengan memanfaatkan area trotoar Alun- alun Kutoarjo, dan pendopo eks kawedanan Kutoarjo/rumah dinas wakil bupati Purworejo untuk sesi workshop kreatifitas. Acara itu juga didukung oleh komunitas kopi Purworejo untuk turut berpartisipasi selama kegiatan berlangsung,” sebutnya usai melakukan rapat koordinasi persiapan kegiatan di Pendopo Wakil Bupati Purworejo, Senin (4/7).

Menurutnya, maksud dan tujuan digelarnya event itu sebagai wujud kepedulian terhadap perkembangan seni kerajinan dan seni pertunjukan, meningkatkan apresiasi seni kerajinan dan seni pertunjukan bagi masyarakat Purworejo dan sekitarnya, memberikan hiburan yang menarik, kreatif dan atraktif kepada masyarakat Purworejo dan sekitarnya.

Selain itu memberikan inspirasi bagi para insan kreatif Purworejo dan peserta festival, mengangkat kesenian kekhasan seni kerajinan Purworejo sekaligus seni pertunjukan tradisional kerakyatan Purworejo dan kontemporer serta memperluas wawasan kesenian di Purworejo, menguatkan ekosistem dan kegotongroyongan sebagai upaya pemajuan kebudayaan di daerah dengan strategi elaborasi pelaku seni kerajinan dan seni budaya di centrum-centrum budaya nasional.

“Ini dari bentuk kegelisahan insan panggung yang sementara berhenti akibat pandemi covid-19, dan memendam konsep-konsep dalam kepala juga karena pandemi. Lalu ini didukung penuh oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Purworejo, yang kemudian menggandeng dinas-dinas yang lain dan menjadi event kolaborasi empat dinas pertama di Purworejo,” jelasnya.

Dirincinya, pertunjukan yang akan ditampilkan dalam PCF antara lain Komunitas Lima Gunung (Magelang), Pawestri (Solo), Sahyo sandika (Malang), Kemlaka sound of archipelago (Solo), Barongan Dembir (Bagelen), Jathilan Krida Budaya (Bagelen), Dolalak Jati Kusuma (Kutoarjo), Kroncong suara intan permata (Kutoarjo), dan Sholawat rebana Al Hadi (Bandung kidul). Ada lagi Kelompok musik Congcully (Purworejo), Lkers (Purworejo), Dolalak D’Laowra (Kutoarjo), paguyuban guru dan siswa pecinta seni (Kemiri), teater KTP (Purworejo), Filomena (Kutoarjo), kelompok musik GSK (Kutoarjo), Dewan Kesenian Purworejo, Topeng ireng Tri Budoyo (Bener), dan Jathilan SMK Pancasila (Kutoarjo).

Adapun Umkm ekonomi kreatif yang akan dipamerkan antara lain Galih permadi (wek wek wek kaos Purworejo dan cinderamata), Tsaniatu zakia (Tsania craft), Bambang (Flame leather), Wijaya (Wijaya batik kayu), Alip sudarmanto (Syahda craft), Ganjar widiantoro (batik tulis GW collection), Sriani wigati (Wigati handmade), Bir’ah hidayati (Djati ecocraft), Agus bilal (Rizky craft), Herlin hestiningrum (Patrawilis), CM Marduretno (Realy craft), Siti sulaimah (Kerajinan bambu mekarsari), Dyah wahyu R (Batik dewa lowano), Ester (Glory handycraft), Ariyadi (Hadyansyah craft), Darminah (Batik ciprat perdiri), Misdiono (Trifani craft winong), FK UMKM Kabupaten Purworejo, Komunitas fine art (karya seni rupa), dan Heri sutrisno (zanfi craft).

“Event dengan sasaran masyarakat umum, anak muda/mahasiswa itu, diharapkan bisa menjadi event bergengsi berlevel nasional, dan akan diselenggarakan sebagai event tahunan,” ungkapnya. (top)