Purworejo Bakal Miliki Terminal Tipe A yang Menelan Anggaran Rp35 Miliar

PELETAKAN BATU PERTAMA. Proses pembangunan terminal Tipe A di wilayah Kelurahan Kledung Kradenan Kecamatan Banyuurip dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Purworejo Agus Bastian, kemarin
PELETAKAN BATU PERTAMA. Proses pembangunan terminal Tipe A di wilayah Kelurahan Kledung Kradenan Kecamatan Banyuurip dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Purworejo Agus Bastian, kemarin

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Kabupaten Purworejo bakal memiliki Terminal Tipe A yang berlokasi di wilayah Kelurahan Kledung Kradenan Kecamatan Banyuurip atau tepatnya di depan Polres Purworejo. Pembangunan terminal itu menelan anggaran sebanyak Rp35 miliar dan ditargetkan rampung pada tahun 2023.

Pada Senin (19/9), proses pembangunan terminal dimulai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Purworejo Agus Bastian SE MM, bersama anggota Komisi V DPR RI Ir Sudjadi, Kepala Sub Direktorat Terminal Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan, Ahmadi ZB ATD SE MM, Kepala BPTD Wilayah X Provinsi Jateng dan DIY Eko Agus Susanto, dan Ketua DPRD Dion Agasi Setiabudi SIKom MSi.

Ahmadi ZB menyebut bahwa awalnya pengerjaan Terminal Tipe A ini ditargetkan selesai pada 2024. Namun, Anggota Komisi V DPR RI, Sudjadi dan Bupati Purworejo Agus Bastian meminta agar pengerjaan diselesaikan pada 2023.

“Total anggaran Rp35 Miliar, yang sekarang (2022) pengerjaan tanah Rp5 Miliar, nanti 2023 tadi anggota dewan ingin Rp30 Miliar sekaligus di 2023, tadinya sampai 2024. Jadi tiap tahun Rp15 Miliar, 2023 diharapkan bisa selesai,” katanya saat dikonfirmasi usai acara peletakan batu pertama.

Menurut Ahmadi, lahan seluas 1,3 hektar ini mampu menampung ratusan bus besar tiap harinya. Terminal ini nantinya juga akan dibuat dua lantai.

“Busnya per hari 128 itu yang bus besar antarprovinsi, penumpangnya antara 1.000 hingga 1.200 tiap harinya. Terminal ini nanti ada dua lantai, lantai satu untuk operasional, lantai dua untuk kuliner dan UMKM,” jelasnya.

Bus yang akan beroperasi di Terminal Tipe A, lanjutnya, di antaranya bus antarprovinsi dan dalam provinsi.

“Hingga angkot, ojol dan seterusnya juga kita kasih tempat, di beberapa terminal yang baru kita bangun sudah begitu,” sebutnya.

Kepala BPTD Wilayah X Jateng-DIY, Eko Agus Susanto menyampaikan, pembangunan terminal ini juga dalam rangka gerakan kembali ke angkutan umum yakni mengajak seluruh masyarakat lebih mengutamakan menggunakan angkutan umum dalam aktivitas sehari-hari.

“Salah satu dengan memberikan fasilitas yang maksimal. Untuk membantu pemulihan ekonomi dilakukan padat karya dalam pembangunan terminal, akan menggunakan tenaga orang purworejo, program padat karya ini dari Komisi V DPR RI,” terangnya.

Terkait pengerjaannya, pada tahun 2022 dilakukan pengukuran dan pengurukan. Selanjutnya tahun 2023 adalah pengerjaan bangunan utama, genset, pos jaga, landscape, dan penunjang lainnya.

“Kami berharap nantinya akan memberikan pelayanan dan fasilitas terbaik bagi para pengguna angkutan umum untuk meningkatkan pengguna angkutan umum,” sebutnya.

Ketua DPRD Purworejo Dion Agasi Setiabudi berharap terminal ini nantinya menjadi pusat ekonomi baru di Purworejo.

“Bisa meningkatkan PAD dengan UMKM dan yang lainnya, karena pengelolaan memang dari pusat tapi tenaga kerja dari purworejo. Kami juga mendorong agar terminal yang lama tetap bisa dimanfaatkan untuk peningkatan ekonomi,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Purworejo mengucapkan terima kasih atas adanya realisasi dari pembangunan Terminal Tipe A ini. Dengan adanya bandara YIA, Bendung Bener, serta banyaknya potensi pariwisata, Kabupaten Purworejo menjadi wilayah yang sangat strategis sehingga membutuhkan fasilitas Terminal Tipe A.

“Akan sangat bermanfaat bagi masyarakat,” sebutnya.

Anggota Komisi V DPR RI Sujadi mengutarakan bahwa Kabupaten Purworejo membutuhkan fasilitas Terminal Tipe A ini lantaran letaknya sangat dekat dengan bandara. Kemudian juga Kabupaten Purworejo menjadi wilayah penghubung antara bandara dengan Borobudur.

“Seluruh yang dilewati itu objek wisatanya banyak, roda perekonomian juga banyak, itu sudah saatnya ditangani oleh pusat, untuk yang sifatnya pembiayaan, tenaga dan sebagainya. Saya dengan Bupati minta 2023 harus selesai,” ungkapnya. (top)