Pura-pura Tawarin Minuman Instan, Sales Ini Sikat HP Pemilik Toko Kelontong, Dikejar Ngilang

GELAR PERKARA. Polres Temanggung melakukan gelar perkara kasus pencurian telepon genggam di Mapolres setempat, kemarin. (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
GELAR PERKARA. Polres Temanggung melakukan gelar perkara kasus pencurian telepon genggam di Mapolres setempat, kemarin. (Foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM Lagi kasus pencurian berhasil diungkap Polres Temanggung. Kali ini kasus pencurian telepon genggam yang dilakukan oleh sales minuman instan di salah satu warung kelontong.

Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP Bambang Subekti mengatakan, kasus pencurian telepon genggam ini dilakukan dengan modus menawarkan minuman instan.

Tersangka yakni DN (26) warga Semaitan RT 06 RW 09 Desa Trasan Kecamatan Bandongan Magelang adalah seorang sales minuman instan. Saat itu tersangka menawarkan minuman instan kepada korban.

“Korban tidak tertarik dengan tawaran tersangka, namun tersangka sedikit memaksakan kepada korban,” jelasnya.

Diceritakan, ketika korban sedang jaga warung datang seorang sales laki-laki yang tidak dikenal menawarkan minuman instan, tetapi korban menolak membeli

Kemudian korban berniat untuk pergi mengantar tabung gas ketetangga korban dan korban mengeluarkan sepeda motor dari dalam garasi.

“Ketika korban akan pergi ada pembeli yang datang kemudian korban memarkirkan sepeda motor korban di samping warung dan handphone korban taruh di dasbord sepeda motor dan di tinggal masuk melayani pembeli tersebut,” jelasnya.

Dikatakan, setelah selesai melayani pembeli korban keluar warung dan menuju sepeda motor untuk pergi tetapi handphone korban yang semula korban taruh didalam dasbort sudah tidak ada lalu korban curiga dengan sales minuman tersebut yang datang ketempat korban.

“Kemudian korban mengejar sales tersebut kearah bengkal tetapi tidak menemukan lalu korban pulang mengajak suami korban mengejar kearah Bagusan Tembarak tetapi tidak ketemu dan korban pulang mencari handphone di sekitar rumah juga tidak ketemu,” jelasnya.

Dari tangan tersangka diamankan sebuah handphone dan sepeda motor dengan nomor polisi AA 2312 JN dan sejumlah barang bukti lainnya.

“Tersangka diancam dengan pasal 362 KUHPidana. Barang siapa mengambil sesuatu barang, yang sama sekali atau sebagian termasuk kepunyaan orang lain, dengan maksud akan memiliki barang itu dengan melawan hak, dihukum, karena pencurian, dengan hukuman penjara selama-lamanya lima tahun atau denda sebanyak-banyaknya Rp900,” tutupnya.(set)