Punya 2 Kursi DPRD, Partai Hanura Tunggu Momen Tepat

TUNGGU MOMEN. Ketua DPC Partai Hanura Kota Magelang HIR Jatmiko saat menggelar reses 
TUNGGU MOMEN. Ketua DPC Partai Hanura Kota Magelang HIR Jatmiko saat menggelar reses 

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Partai Hanura, pemilik dua kursi DPRD Kota Magelang hingga saat ini belum menentukan sikap terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Magelang, Desember 2020 mendatang. Termasuk tanda-tanda berkoalisi dengan PDI Perjuangan ataupun menambah kekuatan koalisi partai lain, yakni Partai Demokrat, Partai Golkar, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Ketua DPC Partai Hanura Kota Magelang, HIR Jatmiko mengatakan, partainya masih melangsungkan konsolidasi internal maupun vertikal dengan DPP Partai Hanura. Ia menegaskan bahwa sejauh ini belum ada rekomendasi dukungan dari pusat.

“Kita masih menunggu situasi dan kondisi yang tepat untuk memberikan dukungan. Yang jelas Partai Hanura harus berkoalisi apabila hendak mengusung pasangan calon, karena kursi kami kurang tiga untuk memenuhi ketentuan lima kursi atau 20 persen dari jumlah anggota DPRD Kota Magelang,” kata Jatmiko, saat dihubungi, Selasa (4/8).

Selain merapatkan barisan dan menggelar konsolidasi, partainya juga masih menunggu kandidat bakal calon lain. Terlebih sampai saat ini, PDI Perjuangan sebagai partai pemenang Pileg 2019 lalu dengan 9 kursinya belum menurunkan rekomendasi bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Magelang.

“Selain PDI Perjuangan, tiga partai lain sudah menentukan sikap untuk mendukung salah satu bakal calon. Partai Hanura masih memetakan dan menunggu, nanti akan memberikan dukungan kepada calon dari PDI Perjuangan ataukah terhadap calon lain, atau bahkan bergabung dengan partai lain, untuk mengusung calon sendiri,” paparnya.

Menurut Jatmiko, satu-satunya cara untuk dapat mengusung pasangan calon sendiri, pihaknya harus berkoalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang memiliki tiga kursi di DPRD Kota Magelang. Sejauh ini, ada empat partai yang belum menentukan sikap selain Partai Hanura, yakni PKB, Partai Perindo (satu kursi), dan Partai Gerindra (satu kursi).

Artikel Menarik Lainnya :  Alhamdulillah! Dua Guru di Kota Magelang Raih Medali Emas Ajang Gurulympics 2021

“Bila kita menggandeng Perindo dan Gerindra tetap saja jumlahnya masih kurang. Tetapi ada kemungkinan mengusung sendiri bila bersama dengan PKB karena totalnya menjadi 5 kursi. Skemanya seperti itu, tapi saat ini kami belum bisa bersikap, menunggu keputusan pusat,” tandasnya.

Baca juga
KPU Purworejo Siap Hadapi Gugatan Bapaslon Perseorangan

Namun, tidak menutup kemungkinan pula, apabila Partai Hanura memilih mengulang pada Pilkada 2015 lalu berkoalisi dengan PDI Perjuangan.

“Semua tergantung pusat, juga kesesuaian dengan visi misi partai kami. Kita masih melihat calon-calon dulu, melakukan konsolidasi, dan menunggu waktu yang tepat. Apalagi melihat dinamika politik di Kota Magelang yang cenderung dinamis. Sekarang seperti ini, besok bisa berubah,” ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga partai besar di Kota Magelang, antara lain Partai Demokrat, Partai Golkar, dan PKS dimungkinkan untuk mengusung pasangan dr H M Nur Aziz dan KH M Mansyur Siraj (Aman). Kemungkinan ini semakin realistis setelah Ketua DPC Partai Demokrat Dian Mega Aryani dan Ketua DPD PKS Kota Magelang, Bustanul Arifin, masing-masing membenarkan arah dukungan tersebut.

Sementara itu, PDI Perjuangan, pemilik 9 kursi DPRD Kota Magelang, masih menunggu rekomendasi dari Ketua Umum Megawati Soekarno Putri. Sebelumnya sejumlah tokoh, mulai dari kalangan kader, tokoh masyarakat, lembaga, dan birokrasi sudah mendaftarkan diri sebagai bakal calon dari partai berlambang banteng mentereng ini, beberapa waktu lalu.

“Rekomendasi jadi kewenangan DPP (PDIP). Yang pasti, sudah atau belum rekomendasi itu turun, kita tetap terus konsolidasi dan merapatkan barisan,” ungkap Ketua DPC PDIP Kota Magelang, Budi Prayitno. (wid)