Puncak Arus Balik sudah Berakhir, Terminal Tidar Kota Magelang Masih Ramai Pemudik

Suasana Terminal Tidar Kota Magelang masih ramai, kendati puncak arus balik sudah berakhir
RAMAI. Suasana Terminal Tidar Kota Magelang masih ramai, kendati puncak arus balik sudah berakhir. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Arus balik hari raya Idulfitri 1443 H tahun 2022 di Terminal Tidar Kota Magelang masih terlihat. Hingga Selasa (10/5), rombongan pemudik masih terus berdatangan. Armada bus silih bergantian memasuki area terminal yang terletak di Jalan Soekarno Hatta Kota Magelang itu.

Rata-rata para penumpang berasal dari wilayah Kabupaten Magelang, Wonosobo, dan Temanggung. Bus yang datang pun terlihat bermuatan hampir penuh.

Kebanyakan para pemudik memilih kembali ke tempat kerja pada Selasa (10/5) karena sudah kehabisan tiket saat hendak arus balik pada akhir pekan lalu. Sayangnya, setelah dua hari menunggu, mereka tetap saja harus kesulitan mendapat tiket bus.

”Tadinya mau balik kerja Sabtu kemarin. Tapi tiket sudah habis. Giliran hari Minggu, juga sudah kehabisan. Kalaupun ada tiket, berangkatnya jam 01.00 dini hari. Jadi saya pilih setelah liburan berakhir saja. Nyatanya masih ramai,” ungkap Khoiriyah, salah satu pemudik asal Wonosobo, kemarin.

Ia adalah salah satu penumpang yang hendak ke Jakarta. Seharusnya ia sudah kembali bekerja pada Senin (9/5) kemarin.

”Tapi mau gimana lagi, karena enggak ada busnya. Saya sudah menghubungi kantor, dan syukurnya mereka memaklumi, karena mudik sekarang sangat ramai,” ujar karyawan perusahaan di ibu kota itu.

Tidak hanya sulit mendapatkan tiket, Khoiriyah mengaku harga tiket melonjak tajam. Untuk ke Jakarta, ia harus membayar tiket sebesar Rp400.000. Padahal, jika di hari normal harganya tidak lebih tinggi dari Rp300.000.

”Ini saja, katanya, kualitas bus ekonomi, tanpa toilet. Tapi yang nggak apa-apa, yang penting bisa balik ke Jakarta,” akunya.

Sementara itu, Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Tidar Kota Magelang Joko Purnomo menjelaskan puncak arus balik terjadi pada Minggu (8/5). Namun sampai saat ini masih ada penumpang walaupun tidak sebanyak saat puncak arus balik.

”Kita prediksi sampai minggu depan masih ada beberapa masyarakat yang melakukan perjalanan balik, walaupun tidak terlalu banyak,” jelasnya.

Menurutnya, jumlah pemudik pada Lebaran tahun ini meningkat 10 kali lipat dibandingkan 2021. Kemudian naik separuhnya dibandingkan dengan mudik Lebaran sebelum pandemi yakni pada tahun 2019 lalu.

”Mudik tahun 2022 ini yang terbanyak selama 5 tahun terakhir. Kemungkinan karena sudah dua tahun tidak diperbolehkan, sehingga tahun ini jumlahnya begitu banyak,” katanya.

Salah satu penumpang yang telah tiba di Jakarta, Siti mengaku butuh 13 jam dari Magelang menuju Jakarta, pada Senin (9/5) lalu. Arus balik tahun ini sangat padat, sehingga kendaraan yang ditumpanginya hanya mampu berjalan pelan.

”Biasanya 10-11 jam sudah sampai. Tapi sekarang 13 jam lebih, karena saking padatnya kendaraan di Pantura,” katanya. (wid)