PTM Terbatas Mulai Digelar di Kota Magelang

PROKES. Salah seorang siswa mempraktikkan protokol kesehatan secara ketat saat menggelar PTM terbatas di sekolahnya. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)
PROKES. Salah seorang siswa mempraktikkan protokol kesehatan secara ketat saat menggelar PTM terbatas di sekolahnya. (foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Pemkot Magelang terus mempercepat vaksinasi kalangan peserta didik SD-SMP. Sebab, vaksinasi menjadi salah satu syarat penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar tatap muka yang mulai dilakukan secara terbatas sejak Senin (13/9).

Walikota Magelang dr Muchamad Nur Aziz mengatakan, pihaknya telah mendapatkan kiriman 500 vial atau 5.000 dosis vaksin Sinovac untuk diaplikasikan kepada para pelajar di wilayahnya.

“Sekarang masih kita kejar. Vaksinasi bagi pelajar ini jadi syarat untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM),” kata dr Aziz.

Sesuai aturan Inmendagri, imbuh Aziz, daerah yang telah berstatus Level 3 PPKM diizinkan menggelar simulasi atau PTM secara terbatas. Dia pun tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini dengan mengebut vaksinasi para pelajar.

“Sesuai aturannya sudah boleh kalau level 3, sehingga kita akan gelar vaksinasi pelajar. Bersamaan dengan itu juga kita gelar PTM terbatas,” ucapnya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang dr Intan Suryahati menjelaskan, vaksinasi pelajar dipusatkan di Rumah Sakit Budi Rahayu. Mereka yang hendak divaksin disyaratkan membawa Kartu Identitas Anak (KIA).

“Karena kan kalau anak-anak belum punya KTP, makanya bawa KIA. Yang terpenting adalah vaksinasi ini sudah disetujui orangtua yang bersangkutan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, khusus untuk vaksinasi anak di bawah usia 17 tahun, rumah sakit diminta untuk menggunakan jenis Sinovac. Sejauh ini belum diperbolehkan anak- anak mendapatkan suntikan Moderna.

“Sesuai arahan Bapak Walikota, imunisasi menggunakan Sinovac dengan jangka waktu maksimal satu bulan untuk dosis pertama dan kedua. Dengan vaksinasi ini maka diharapkan, akan muncul herd imunity sehingga PTM tidak menjadi masalah lagi,” terangnya.

Dia menyebut, vaksinasi tenaga kependidikan dan tenaga pendidik sudah mencapai 100 persen di Kota Magelang sejak Mei 2021 lalu. Namun demikian, untuk sekolah yang hendak mengusulkan PTM terbatas ia meminta agar tetap berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Satgas Covid-19.

Artikel Menarik Lainnya :  Tanpa harus Datang ke Kantor, BPJS Kesehatan Magelang Tingkatkan Layanan Online

“Termasuk batasan-batasan tertentu misalnya menjaga jarak meja satu sama lain, jam pelajarannya dikurangi, dibagi untuk beberapa kelas, dan teknis lainnya, supaya tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” paparnya.

Sebagai informasi, sejumlah sekolah di Kota Magelang mulai menerapkan PTM, Senin (13/9). Terutama para pelajar tingkat SMP.

“Iya tadi ngantar ponakan sekolah. Tapi cuma dua jam di sekolah, habis itu pulang. Ya lumayan lah, dari pada harus daring terus selama ini, sekarang bisa sekolah lagi,” kata seorang warga, Andi Purnomo. (wid)