Psikologis Andikpas LPKA Kutoarjo Dipetakan. Prodi Psikologi Islam UIN Raden Mas Said Lakukan Asesmen

PEMETAAN. Prodi Psikologi Islam UIN Raden Mas Said Surakarta melakukan pemetaan psikologis terhadap 15 Andikpas di LPKA Klas I Kutoarjo Kabupaten Purworejo, kemarin.(Foto: EKO)
PEMETAAN. Prodi Psikologi Islam UIN Raden Mas Said Surakarta melakukan pemetaan psikologis terhadap 15 Andikpas di LPKA Klas I Kutoarjo Kabupaten Purworejo, kemarin.(Foto: EKO)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Sebanyak 15 Anak Didik Pemasyarakatan (Andikpas) di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas I Kutoarjo Kabupaten Purworejo menjalani pemetaan psikologis. Proses pemetaan melalui assesmen dilakukan oleh Program Studi Psikologi Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta pada Kamis (17/3).

Dalam sambutannya, Kepala LPKA Kutoarjo, Hari Winarca Bc IP SSos SH MH, menyebut satuan kerja yang dipimpinnya tersebut membina Andikpas yang berasal dari 35 kabupaten/kota se-Provinsi Jawa Tengah. Karakteristik Anak pun berbeda-beda karena faktor latar belakang keluarga dan lingkungan tempat tinggalnya masing-masing.

“Keterlibatan Program Studi Psikologi Islam UIN Raden Mas Said melakukan asesmen psikologi terhadap Andikpas merupakan wujud dukungan terhadap program pembinaan di LPKA Kutoarjo,” sebutnya.

Dijelaskan, melalui asesmen psikologi dapat diperoleh data untuk pemetaan psikologis Andikpas sehingga dapat meningkatkan keamanan dan ketertiban.

“Selain itu juga sebagai dasar perencanaan program intervensi yang tepat dalam program pembinaan Andikpas,” jelasnya.

Tim dari UIN Raden Mas Said, Surakarta dipimpin oleh Wakil Dekan I Fakultas Ushuludin dan Dakwah, Zainal Muttaqin Sag MAg PhD, didampingi dua psikolog dari Prodi Psikologi Islam, yakni Dr Retno Pangestuti MPsi Psikolog dan Ayatullah Kutub Hardew MPSi Psikolog, serta 3 mahasiswa.

Zainal Muttaqin mengungkapkan bahwa asesmen psikologi dilaksanakan sebagai tindak lanjut Perjanjian Kerjasama (PKS) yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak pada 11 Januari 2022 lalu. Kegiatan mengangkat tema “Layanan Konseling Psikologi Akhlak: Meningkatkan subjektive wellbeing Andikpas di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Klas I Kutoarjo”.

“Untuk asesmen psikologi tahap pertama ini difokuskan terhadap 15 Andikpas,” ungkapnya.

Asesmen dilaksanakan di aula Sahardjo dengan didampingi oleh Kasi Pembinaan, Rini Astuti SH, Kepala Sub Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Pengentasan Anak (Bimkemaspa), Dedy Winarto SPt MSi dan JFU Lisa Milda Pratiwi SH.

Dr Retno Pangestuti menyebutkan bahwa Asesmen yang dilakukan untuk Andikpas LPKA Kutoarjo salah satunya melalui tes wartegg, yaitu salah satu tes psikologi untuk evaluasi kepribadian (personality assessment). Tes ini adalah tes proyektif yang merupakan kombinasi dari teknik completions dan expressions karena telah memiliki stimulus-stimulus yang perlu diselesaikan dengan mengekspresikan suatu gambar.

Hal senada disampaikan oleh Ayatullah Kutub Hardew yang turut serta dalam melakukan asesmen psikologi tersebut. Menurutnya, tujuan dari tes wartegg adalah menggali fungsi dasar kepribadian seperti emosi, imajinasi, dinamika, kontrol dan fungsi realitas yang dimiliki oleh individu.

“Dasar dari tes ini adalah bahwa tiap individu memiliki cara-cara yang berbeda di dalam mempersepsi dan bereaksi terhadap situasi yang tidak terstruktur dan cara-cara ini merupakan pembeda bagi masing-masing kepribadian,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan, Rini Astuti  menambahkan bahwa nantinya tindak lanjut dari asesmen psikologi ini diteruskan dalam kegiatan konseling psikologi kelompok yang akan pada akhir Maret 2022. (top)