Produksi Durian di Wonosobo Capai 40 Ribu Ton Per Tahun, Bisa Dijadikan Olahan

FESTIVAL. Tingkatan kualitas dan kuantitas produksi durian, Desa Krasak gelar Festival Durian di Dusun Wediasin Desa  Krasak Kecamatan Selomerto 
FESTIVAL. Tingkatan kualitas dan kuantitas produksi durian, Desa Krasak gelar Festival Durian di Dusun Wediasin Desa  Krasak Kecamatan Selomerto 

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO –  Produksi durian di Kabupaten Wonosobo mencapai 40 ribu ton pertahun. Dengan potensi tersebut, pemkab melalui Dinas Pertanian akan mendorong pengembangan olahan makanan berbahan dasar durian.

“Produksi durian di Wonosobo sudah mencapai 40 ribu ton per tahun. Kita akan dorong untuk pengembangan produk olahan berbahan dasar durian untuk menambah nilai lebih bagi petani dan masyarakat,” ungkap Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura Dispaperkan Kabupaten Wonosobo, Sidik Widagdo, dalam acara Festival Durian Wediasin Desa  Krasak Kecamatan Selomerto kemarin.

Menurutnya, selain menargetkan peningkatan produksi buah di Wonosobo sebesar 7 persen per tahun, Dinas Pertanian juga akan melakukan pengolahan durian dan turunannya. Kelompok tani dan kelompok masyarakat di desa penghasil durian akan dilatih untuk mengolah makan berbahan dasar  durian.

“Jadi dalam waktu dekat ini kita akan gelar latihan untuk mengolah durian menjadi aneka produk makanan. Sebab, selama ini petani belum bisa memaksimalkan hasil, jika mengalami over produksi,” ujarnya.

Baca juga
Kadipaten Mulai Optimalkan Potensi Dusun, Berdayakan Influencer dan Medsos Lokal

Dijelaskan , durian merupakan buah yang tidak tahan lama. Sehingga, ketika harga turun, sementara produksi tinggi perlu ada solusi. Salah satunya pengolahan. Nanti setelah pelatihan, akan mendapatkan bantuan peralatan berupa freezer. Jadi durian tidak hanya dijual buah tapi juga dalam bentuk makanan seperti ice cream, roti dan juga aneka makanan yang lain.

Sedangkan untuk peningkatan produksi buah durian, pemkab melakukan pendampingan dari proses penanaman, pemeliharaan, panen hingga pasca panen, petani diberi arahan bagaimana memelihara buah durian agar tidak rontok dan berbuah bagus.

“Buah durian Wonosobo memang berbeda dengan durian yang lain. Sebab memiliki banyak variasi  rasa, ukuran dan jenis unggul durian lokal,” katanya.

Artikel Menarik Lainnya :  Wonosobo Pasang Target Masuk Kategori Badan Publik Informatif

Sementara itu, Bupati Wonosobo  Eko Purnomo mengemukakan, Festival Durian Wediasin sebagai salah satu langkah strategis untuk memperkenalkan ke pasar yang lebih luas lagi. Untuk itu perlu peningkatan hasil dan perluasan tanaman

“Tidak hanya Wediasin, saya juga berharap durian sebagai produk pertanian lokal Wonosobo, baik yang dari Kepil, Leksono, Kaliwiro, Wadaslintang maupun Sukoharjo dan Leksono akan mampu menembus pasar seluas mungkin,” katanya

Menurutnya, dengan produksi 40 ribu per tahun, sudah saatnya wilayah atau kecamatan penghasil buah durian untuk segera membuka pengembangan makanan olahan berbahan dasar durian. Sehingga, tidak ada alasan lagi petani rugi karena durian busuk tidak terolah.

“Jadi durian afkir yang tidak dijual ke masyasrakat ya diolah menjadi makanan. Ini  perlu dilatih, ditingkatkan kapasitasnya sehingga UMKM kita semakin berjaya, memiliki banyak aneka jenis produk,” pungkasnya. (gus)