Produksi Beras di Kabupaten Temanggung Surplus

JEMUR. Salah satu petani di kelurahan Gilingsari Kecamatan Temanggung sedang menjemur gabah.

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Meskipun pandemi Covid-19 masih belum berlalu, namun produksi beras di Kabupaten Temanggung tetap surplus. Oleh karena itu masyarakat di Kabupaten Temanggung tidak perlu khawatir dengan kondisi ketahanan pangan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Pertanian dan Perikanan Kabupaten Temanggung Joko Budi Nuryanto mengatakan, berdasarkan catatan pada 2020 hingga awal 2021 terjadi surplus produksi beras sekitar 110 ribu ton. Jumlah pasokan beras ini masih sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan untuk masyarakat.

“Musim 2020 adalah kemarau basah, sekitar 8 bulan ada hujan sehingga petani dapat terus mengolah lahan,” terangnya.

Joko Budi Nuryanto mengatakan dampak kemarau basah program-program pemerintah terkait ketahanan pangan dapat berjalan baik, didukung adanya kuota pupuk yang lebih dari cukup.

Pada awal Maret ini, lanjutnya, petani di sejumlah daerah masih ada yang panen gabah. Tetapi sebagian besar sedang mengolah lahan dan pemeliharaan tanaman. Harapan panen semakin baik dan kecilnya gangguan dari organisme pengganggu tanaman.

Dia mengemukakan tiap tahun luas panen padi sekitar 30 ribu hektar dengan produksi 7 ton per hektar, sehingga produksimya sekitar 210 ribu ton. Pemenuhan pangan warga Temanggung yang berjumlah 800 ribu berkisar 100 ribu ton. Maka itu tiap tahun ada surplus pangan 110 ribu ton.

Baca juga
BTN Magelang Salurkan CSR di Perumahan Nindya Asri 4

Dikatakan surplus beras terkait pula dengan adanya surplus lahan pertanian, yang berdasar hitungan pada 2020 sekitar 8.622 hektar. Mamun seiring perkembangan zaman diprediksi terjadi penyusutan dan pada 2025 sekitar 7.000 hektar.

“Produksi pertanian diharapkan meningkat untuk menutup berkurangnya lahan pertanian, sehingga ketahanan pangan tetap terjamin,” katanya.

Terpisah, Mutasor menuturkan, meskipun tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, namun panen tahun ini masih tetap bisa untuk memenuhi kebutuhan pangannya.

Artikel Menarik Lainnya :  17.639 Pekerja Swasta di Temanggung Telah Divaksin Covid-19

“Panen tahun ini memang sedikit menurun, tapi kalau hanya untuk persediaan pangan saja masih lebih dari cukup,” katanya.

Ia mengatakan, memasuki bulan Maret ini petani sudah kembali mengolah lahan untuk ditanami padi, dengan masa tanam hingga panen raya kurang lebih 3 bulan, maka rentan waktu itu masih bisa terpenuhi kebutuhan pangannya.

“Panen kemarin lumayan, ada sekitar 1 ton gabah, kalau dijadikan beras kurang lebih 5 sampai 6 kuintal, kalau hanya untuk tiga bulan masih sangat cukup,” katanya. (set)