Presiden Punya Stafsus dari Kalangan Milenial

Presiden Punya Stafsus dari Kalangan Milenial
Presiden Punya Stafsus dari Kalangan Milenial

MAGELANGEKSPRES.COM,JAKARTA – Presiden Joko Widodo menepati janjinya dengan mengusung kalangan milenial sebagai staf khususnya. Dari 14 staf khusus itu, tujuh orang diantaranya diperkenalkan ke publik.

“Tambahannya ada Pak Ari Budimanta, yang lama masih, ada Pak Sukardi, Pak Ari Dwipayana, Pak Diaz. Totalnya waduh gak ‘ngitung’ saya, tapi ada 14,” kata Presiden Joko Widodo di veranda Istana Merdeka Jakarta, kemarin (21/11)

Presiden Jokowi dengan mengenakan kemeja putih lengan yang digulung tampil bersama 4 laki-laki dan 3 perempuan muda yang seluruhnya mengenakan kemeja putih. Mereka lalu duduk santai di bean bag yang sudah disiapkan di veranda.

“Stafsus saya yang baru untuk bidang-bidangnya kerjanya berbarengan, hanya tadi mbak Angkie khusus juru bicara bidang sosial saya tambahi tugas itu,” ungkap Presiden.

Ya, sorotan publik memang tertuju ke beberapa sosok. Satu di antaranya Putri Indahsari Tanjung, yang tidak lain putri pengusaha Chairul Tanjung.

“Alhamdulilan, terima kasih Pak Jokowi sudah mempercayai saya untuk jadi staf khusus di umur yang 23 tahun ini. Jadi memang saya dari umur 15 tahun sudah berkarya sendiri, mencoba untuk independen, awalnya memang dari pressure karena orang pasti menyambungkan saya sama bapak saya. Akhirnya saya mau mencoba, saya bisa apa sih sebenarnya?” kata Putri dengan mengenakan kemeja putih di veranda Istana Merdeka Jakarta, Kamis petang.

Putri mengakui memiliki beberapa usaha yang dirintisnya. “Akhirnya saya di umur 15 tahun mendirikan Creativepreneur, Creativepreneur itu adalah sebuah event organizer, yang khusus menyebarkan virus enterpreneurship ke seluruh Indonesia,” tutur Putri.

Putri mengaku usaha yang ia rintis dikemasnya dengan bergaya anak muda karena anak-anak muda itu melihat produk dari sisi kemasannya.

“Karena saya percaya Indonesia butuh lebih banyak lagi anak-anak muda yang kreatif, yang punya enterpreneurship mindset, karena dengan lebih banyak lagi pengusaha muda, pasti masalah masalah di Indonesia lebih banyak solusinya,” tambah Putri.

Putri juga menyebut dirinya sebagai Chief Business Officer dari Kreavi, yaitu platform kreatif yang mewadahi 55 ribu creative creators.

“Bayangkan banyak sekali dan kita alhamdulilah sudah bantu juga UMKM untuk repackage produk mereka, mengajarkan mereka tentang branding dan kreatif,” ungkap Putri.

Ia yakin potensi ekonomi kreatif di Indonesia sangat luar biasa. “Apalagi di era digital ini, itu lah kita dibutuhkan anak anak muda. Terima kasih Pak Jokowi kesempatannya, dan semoga kami semua bisa menyuarakan aspirasi anak-anak muda ke istana,” ucap Putri. (khf/dim/fin/ful)

//infografis//

Ketujuh Staf Khusus Presiden
dari kalangan milenial:

1. Adamas Belva Syah Devara. Pria berusia 29 tahun ini meraih gelar master dari Harvard University dan Stanford University. Ia merupakan pendiri sekaligus CEO Ruang Guru.

2. Putri Indahsari Tanjung, Putri merupakan lulusan Academy of Art di San Fransisco, Amerika Serikat. Putri juga merupakan CEO Creativepreneur Event Creator dan CBO Kreavi.

3. Andi Taufan Garuda Putra Andi yang berusia 32 tahun merupakan lulusan Harvard Kennedy School dan merupakan CEO salah satu lembaga keuangan mikro PT Amartha.

4. Ayu Kartika Dewi Wanita berusia 36 tahun ini adalah pendiri sekaligus mentor lembaga SabangMerauke. Ia meraih gelar MBA dari Duke University di Amerika Serikat.

5. Gracia Billy Mambrasar, CEO Kitong Bisa yang berasal dari tanah Papua. Pria berusia 31 tersebut adalah lususan S2 Australian National University (ANU) dan kini tengah menempuh pendidikan master lainnya di Oxford University.

6. Angkie Yudistia Perempuan berusia 32 tahun ini adalah anak muda penyandang disabilitas yang aktif bergerak di sosiopreneur melalui Thisable Enterprise yang didirikannya. Presiden Jokowi meminta Angkie untuk menjadi juru bicara Presiden di bidang sosial.

7. Aminuddin Maruf Aminuddin merupakan santri muda berusia 33 tahun. Ia pernah menjadi Ketua Umum PB Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) periode 2014-2016.

Selain itu, ada 6 Staf Khusus
Presiden lain, yaitu:

1. Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana, akademisi
2. Sukardi Rinakit, intelektual
3. Arif Budimanta, ekonom Megawati Institute
4. Diaz Hendropriyono, Ketua Umum PKPI.
5. Dini Shanti Purwono, Kader PSI, ahli hukum lulusan Harvard
6. M. Fadjroel Rachman, Juru Bicara Presiden

Sementara Ari Dwipayana, Sukardi Rinakit dan Diaz Hendropriyono adalah stafsus lama yang kembali bertugas.

Ari Dwipayana adalah staf khusus bidang politik dan pemerintahan. Tugasnya adalah menyampaikan informasi kepada publik mengenai kegiatan dan berbagai penjelasan presiden.

Sunardi Rinakit menjadi staf khusus bidang politik dan pers yang berugasnya adalah membuat pidato terkait politik dan pers. Diaz Hendropriyono sebagai staf khusus bidang sosial.