Prasasti Mantyasih Ungkap Magelang Sebagai Kota Tua di Indonesia, Kini Usainya 1.116 Tahun

Watu Lumpang ( Prasasti Mantyasih )
Prasasti Mantyasih yang diyakini sebagai bukti sejarah kelahiran Kota Magelang masih terjaga rapi di kompleks Pendopo Mantyasih, Kampung Meteseh, Kelurahan Magelang.

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Tinggal menghitung hari, tepatnya 11 April 2022, Kota Magelang bakal memperingati hari jadinya yang ke-1.116 tahun. Siapa yang tak kenal dengan kota terkecil di Jawa Tengah ini.

Tak hanya menjadi salah satu kota yang mengalami perkembangan pesat, apalagi Magelang merupakan salah satu Kota Tua di Indonesia.

Dari temuan Prasasti Mantyasih, Magelang diyakini lahir pada 11 April 907 dan sekarang usianya 1.116 tahun pada April 2022 mendatang. Awal mula Magelang ini ditandai dengan prasasti yang ditemukan di Kampung Meteseh, Kelurahan Magelang, Kecamatan Magelang Tengah.

Hal ini menjadikan Magelang sebagai salah satu kota tertua yang ada di Indonesia.
Sebagai salah satu kota tertua, tak ayal bila terdapat banyak peninggalan sejarah dan bangunan kuno di Kota Magelang.

Berbagai bentuk bangunan ini kaya akan nilai sejarah dan peradaban sebuah bangsa. Seperti empat peninggalan sejarah yang kini berubah menjadi destinasi wisata baru di Kota Magelang
Dahulu kala, Magelang diyakini sebagai pusat Kerajaan Mataram Kuno.

Sebelum akhirnya peradaban itu dipindahkan ke Jawa Timur akibat dampak letusan Gunung Merapi. Saat itu, Kerajaan Medang atau Mataram Kuno adalah negara yang mendominasi di Pulau Jawa. Pada abad 7 sampai 9 masehi, Medang jadi rival terbesar Kerajaan Sriwijaya di Jawa.

Bangsa Indonesia telah melalui perjalanan panjang dalam banyak masa. Mulai dari berhasil bertahan di zaman purba hingga memasuki zaman kerajaan, lalu harus berjuang untuk melewati zaman penjajahan sampai akhirnya menerima kedaulatan 100 persen.

Semua periode masa mengandung nilai sejarah yang berbeda dan sarat makna. Menapaki berbagai situs heritage dapat membuka wawasan mengenai sejarah dan budaya. Selain itu juga untuk memacu dan menghargai perjuangan bangsa guna memupuk rasa cinta tanah air.

Dengan begitu, sebagai bangsa tidak akan mudah tergoyahkan oleh konflik yang ada. Sebaliknya, masyarakat memiliki hasrat untuk senantiasa mempertahankan kemerdekaan Indonesia. (wid)