PPKM Temanggung Naik Level 3, Inilah Penyebabnya..

Bupati Temanggung M Al Khadziq
Bupati Temanggung M Al Khadziq

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Ketersediaan atau suplai vaksin COVID-19 ke Kabupaten Temanggung yang masih terbatas, menjadi salah satu kendala untuk pencapaian vaksinasi hingga 50 persen.

Padahal, tim medis yang disiapkan cukup mumpuni untuk melaksanakan vaksinasi hingga mencapai target 50 persen dari masyarakat wajib vaksin. Hanya saja karena keterbatasan dari suplai vaksin ini maka sampai saat ini capaian vaksinasi COVID-19 di Temanggung masih di bawah 50 persen.

“Capaian vaksinasi yang belum 50 persen ini terjadi karena memang suplai vaksin di Kabupaten Temanggung yang selama ini masih kurang. Kapasitas kerja teman-teman Dinas Kesehatan, puskesmas dan seluruh pemerintahan dan instansi yang ada di Temanggung sangat mampu untuk memvaksin 50 persen bahkan 100 persen kalau vaksinnya tersedia,” kata ujar Bupati Temanggung M Al Khadziq, Selasa (5/10).

Menurutnya, yang menjadi pokok permasalahan capaian vaksin ini adalah suplai vaksin dari Kementerian Kesehatan yang masih kurang dan hal ini juga dialami daerah-daerah lain di Jawa Tengah.

“Di eks-Karesidenan Kedu juga sama, karena suplai vaksinnya yang kurang sehingga capaian vaksinasinya belum 50 persen,” katanya.

Dengan kondisi ini kata Bupati, pemerintah pusat  kembali menaikkan pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) daerah ini dari level 2 menjadi level 3.

Kenaikan level ini  bukan karena kasus COVID-19 naik, tetapi karena hanya satu faktor yaitu capaian vaksinasi yang belum 50 persen.

Sedangkan faktor lainnya yang dijadikan indikator kenaikan level COVID-19 seperti jumlah kasus, kecukupan rumah sakit, dan sebagainya semuanya mampu dilakukan Pemkab Temanggung.

Atas kondisi ini lanjut Bupati, pihaknya akan mengajukan kelonggaran aktivitas seiring kenaikan pelaksanaan PPKM daerah ini dari level 2 menjadi level 3.

Bupati mengatakan terkait Temanggung sekarang menjadi level 3 yang menurut Inmendagri harus ada pembatasan-pembatasan, maka pihaknya akan meminta Mendagri memberikan kelonggaran.

Artikel Menarik Lainnya :  Jelang Musim Hujan, BPBD Temanggung Cek EWS di Desa Rawan Bencana

“Hari ini kami akan memohon pada Mendagri agar kiranya diberi kelonggaran sehingga beberapa aktivitas tetap bisa dilaksanakan, seperti pendidikan tatap muka, acara pertemuan, dan acara-acara lainnya,” katanya.

Dikatakan, pihaknya meminta kepada Kementerian Dalam Negeri agar jangan kiranya karena satu alasan tersebut kemudian kegiatan masyarakat harus berhenti.

“Kami akan mohon diberikan dispensasi agar tetap bisa dilaksanakan,” harapnya. (set)