PPKM Level 4, Warung Dan PKL Yang Tidak Berada Dalam Ruangan Tertutup Boleh Buka Dengan Prokes Ketat

ARAHAN. Sekda Purworejo memberikan arahan saat rapat terkait PPKM Level 4 dengan Satgas Penanganan Covid-19 dan sejumlah OPD, kemarin. (Foto: eko)
ARAHAN. Sekda Purworejo memberikan arahan saat rapat terkait PPKM Level 4 dengan Satgas Penanganan Covid-19 dan sejumlah OPD, kemarin. (Foto: eko)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Bupati Purworejo RH Agus Bastian SE MM mengeluarkan instruksi Nomor 5075 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 Corona Virus Disease 2019 di Kabupaten Purworejo. Instruksi Bupati berlaku mulai tanggal 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.

Sebelumnya pada tanggal 21 Juli hingga 25 Juli 2021 lalu, Pemkab Purworejo juga telah mengeluarkan Instruksi Bupati Nomor 5012 terkait hal yang sama. Namun, Inbup terbaru ini mengalami sedikit perubahan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo, Drs Said Romadhon, menyebut diperpanjangnya masa PPKM level 4 atas berbagai pertimbangan, khususnya Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit di Purworejo saat ini masih tinggi yakni mencapai 80 persen. Selain itu, Case Fatality Rate (CFR) atau angka kematian juga masih cukup tinggi.

“Kalau jumlah terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Purworejo masih fluktuatif. Kita terus berusaha bagaimana agar kasus positif Covid dapat berkurang, dan harapannya levelnya akan turun,” sebutnya, Senin (26/7).

Di dalam Inbup terbaru, pelaksanaan kegiatan pada sektor esensial masih dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 persen staf serta 10 persen hingga 25 persen untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional. Sektor esensial pada sektor pemerintahan yang memberikan pelayanan publik diberlakukan 25 persen maksimal staf.

Pada pelaksanaan kegiatan sektor kritikal kesehatan dan keamanan masih dapat beroperasi 100  persen staf. Kemudian untuk sektor kritikal selain kesehatan dan keamanan yang dapat beroperasi 100 persen staf hanya pada fasilitas produksi/konstruksi/pelayanan kepada masyarakat.

“Untuk pelayanan administrasi hanya 20 persen,” jelasnya.

Kegiatan belajar mengajar masih dilakukan secara daring atau online. Selanjutnya kegiatan pada kegiatan nonesensial seperti tempat bermain, tempat olahraga dan pusat kebugaran, salon kecantikan, dealer dan variasi motor/ mobil, toko nonkebutuhan pokok, usaha pemancingan, pasar hewan, pasar ikan, pasar burung, dan kegiatan usaha kaki lima nonkebutuhan pokok diberlakukan 100 persen bekerja dari rumah.

Artikel Menarik Lainnya :  Gelar FGD, DPRD Purworejo Siapkan Raperda FPP

Untuk supermarket, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari, masih dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50 persen. Pasar tradisional juga masih dibatasi jam operasional sampai pukul 15.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50 persen.

“Dalam Inbup terakhir ini, untuk warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya yang tidak berada dalam ruangan tertutup telah diizinkan untuk buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan pukul 20.00 waktu setempat, dengan maksimal pengunjung makan ditempat tiga orang dan waktu  makanmaksimal 20 menit,” terangnya.

Sekda berharap, Instruksi Bupati ini benar-benar ditaati seluruh masyarakat Purworejo demi menekan penyebaran Covid-19.

“Sebab sampai saat ini, peningkatan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Purworejo masih tinggi, sehingga masuk zona merah level 4,” tandasnya. (top)