PPKM Level 1, Pusat Kuliner di Kota Magelang Belum Bebas Beroperasi

Pelonggaran PPKM Level 1 di Tuin Van Java Alun-alun Kota Magelang memberikan kelonggaran tanpa adanya durasi dine in.( foto : wiwid arif/magelang ekspres)
DINE IN. Pelonggaran PPKM Level 1 di Tuin Van Java Alun-alun Kota Magelang memberikan kelonggaran tanpa adanya durasi dine in.( foto : wiwid arif/magelang ekspres)

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 yang mulai berlaku pekan ini, rupanya belum begitu melonggarkan pembatasan di Kota Magelang. Pemkot Magelang masih membatasi pusat-pusat kuliner agar beroperasi maksimal sampai pukul 22.00 WIB.

“Tetap berlaku (pembatasan) seperti sebelumnya. Kami harapkan ini menjadi kewaspadaan supaya tidak terjadi gelombang ketiga,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang, Catur Budi Fajar Soemarmo, Kamis (4/11).

Akan tetapi pembatasan tersebut hanya mencakup jam operasional saja. Sedangkan penerapan durasi dine in, mulai ditinggalkan.

“Kami melihat durasi ini sudah banyak dipatuhi. Rata-rata orang jajan di pusat kuliner kalau sudah selesai ya langsung meninggalkan lokasi. Apalagi pembatasan jaga jarak dan penataan meja masih seperti sebelumnya,” ujarnya.

Selanjutnya, untuk supermarket, pasar tradisional, warung kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari juga hanya sampai pukul 22.00. Namun untuk kapasitas pengunjung dilonggarkan maksimal 75 persen.

Sementara kafe dan restoran di dalam ruangan sudah boleh memfasilitasi dine in. Jam operasionalnya juga ditambah sampai pukul 22.00 WIB dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Untuk kegiatan pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan dibuka dengan pembatasan kunjungan 75 persen,” jelasnya.

Pelonggaran juga diberikan untuk kunjungan tempat ibadah seperti masjid, musala, gereja, pura, vihara, kelenteng dan tempat ibadah lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah. Pada PPKM level 4 sebelumnya, tempat ibadah dibuka dengan pembatasan kunjungan 25 persen atau maksimal 20 orang. Sedangkan di level 1 ini maka kapasitas maksimal diperbolehkan 75 persen dengan tetap memperhatikan jaga jarak antara satu dengan yang lain.

“Untuk fasilitas umum seperti area publik, taman umum, tempat pariwisata mulai dibuka. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Termasuk tempat wisata kami harapkan sudah mengantongi CHSE dan scan barcode PeduliLindungi,” imbuh Sekda Kota Magelang Joko Budiyono.

Artikel Menarik Lainnya :  Seluruh Produk UMKM Kota Magelang Ada di Tokopedia

Ia menambahkan, demikian halnya dengan acara kesenian dan budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan termasuk resepsi pernikahan sudah mulai bisa digelar dengan memperhatikan protokol kesehatan. (wid)