Polres Temangung Tangkap Pengedar dan Kurir Sabu, Amankan BB Sabu Siap Jual

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Kepolisian Resor (Polres) Temanggung kembali mengungkap kasus peredaran sabu-sabu, kali ini dua tersangka dan sejulah barang buktinya berhasil diamankan.

Wakapolres Temanggung Kompol Ahmad Ghifar menyebutkan dua tersangka tersebut yakni MAJ (26) warga Desa mangunsari kecamatan Ngadirejo dan H (40) warga Desa Muntung Kecamatan Candiroto. Kedua tersangka ini mempunyai peran yang berbeda.

“Satu dari kedua tersangka yakni MAJ adalah seorang residivis dengan kasus yang sama, tersangka kurang lebih baru empat bulan keluar dari rutan,”katanya kemarin.

Disebutkan, sejumlah barang bukti yang diamanka dari tersangka MAJ  berupa dua bungkus Narkotika jenis sabu berat kotor 1,15 gram dan 0,51 gram, tiga paket Narkotika jenis sabu di dalam potongan sedotan warna hitam berat kotor 0,70 gram, 0,74 gram dan 0,67 gram.

Tiga paket Narkotika jenis sabu dibungkus lakban warna putih berat kotor 0,42 gram, 0,45 gram dan 0,44 gram, sebuah kotak kardus warna coklat, sebuah sedotan plastik warna merah dipotong runcing, uang tunai Rp500.000 dan HP.

“Barang bukti ini iamankan dari tangan tersangka MAJ,”terangnya.

Sedangkan barang bukti yang diamankan dari tangan H yakni, wadah kacamata warna hitam berisi peralatan untuk menggunakan Narkotika jenis sabu, sebuah alat hisap/bong, dua buah pipet kaca.

“Kedua tersangka dibekuk di rumah mereka masing-masing.”katanya.

Sementara itu Kasat Res Narkoba Temanggung AKP Bambang Sulistiyo mengatakan, kedua tersangka mempunyai peran yang berbeda dalam kasus peredaran sabu-sabu ini. Tersangka MAJ adalah yang menyimpan sabu-sabu.

“Dari pengakuan tersangka MAJ,   mengakui Narkotika jenis sabu tersebut dikirimi oleh seseorang yang mengaku benama S (DPO) untuk dijual atau diedarkan. Pembayaran dapat dilakukan setelah Narkotika jenis sabu habis terjual,”jelasnya.

Artikel Menarik Lainnya :  Petani Tembakau di Temanggung Untung Besar, di Akhir Panen Varietas Srintil Dibeli Rp850.000 /Kg

Sedangkan tersangka H, katanya, sebagai kurir sabu dari tersangka MAJ, H dijanjikan sejumlah uang dan mengunakan sabu setlah menjual sabu-sabu.

“tersangka H dibekuk di pertigaan Desa Muntung Kecamatan Candiroto,”jelasnya.

Karena terbukti melakukan tindak pidana setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum membeli, menjual, memiliki, menyimpan dan menguasai Narkotika Golongan I jenis sabu sebagaimana dimaksud dalam Primer Pasal 114 ayat (1), Subsider Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Kedua tersangka diancam hukuman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12  tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp8 miliyar,”jelasnya.

Tersangka MAJ kepada awak media mengaku terpaksa kembali berjualan sabu-sabu, karena setelah keluar dari penjara belum memiliki pekerjaan yang menetap.

“Sekarang pengangguran, setiap hari tatap butuh makan, rokok jadi saya terpaksa menjual sabu-sabu,”ungkapnya.

Ia menuturkan, sabu-sabu didapatkan dari seseorang melalui media sosial, dari pertemuan itu kemudian dirinya memberanikan diri untuk berjualan sabu-sabu.

“Sebenarnya saya malu, tapi bagaimanalagi karena saat ini mencari uang sangat susah,”ujarnya.(set)