Polres Buka Ruang Diskusi, Hindari Aksi Omnibus Law

TANDA TANGAN. Perwakilan elemen masyarakat Purworejo saat menandatangani kesepakatan menjaga kondusifitas.
TANDA TANGAN. Perwakilan elemen masyarakat Purworejo saat menandatangani kesepakatan menjaga kondusifitas.

MAGELANGEKSPRES.COM,PURWOREJO – Jajaran kepolisian Polres Purworejo siap mengawal aspirasi terkait Omnibus Law, UU Cipta Kerja seperti yang disuarakan oleh berbagai elemen masyarakat di beberapa daerah yang bahkan berakhir dengan kerusuhan. Hal itu disampaikan Kapolres Purworejo saat berdiskusi dengan berbagai komunitas maupun kelompok di aula Mapolres Purworejo, Senin (19/10)

Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito dalam sambutannya mengatakan bahwa penyampaian aspirasi dari elemen masyarakat terkait Omnibus Law maupun aspirasi yang lainnya dijamin oleh undang-undang. Pihaknya mengaku siap mengawal jika nantinya ada masyarakat yang akan menyampaikan aspirasi.

“Kami dari Polres Purworejo siap mengawal apabila ada aspirasi yang ingin disampaikan,” katanya.

Pihaknya menambahkan jika masyarakat ingin menyampaikan aspirasinya diperbolehkan dengan sesuai peraturan yang berlaku seperti berkomunikasi dengan pemerintah daerah maupun lewat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Purworejo. Menurutnya dalam penyampaian aspirasi yang telah dijamin undang-undang tersebut masyarakat jangan malah terpancing dengan tindakan yang dapat merugikan orang banyak.

Baca Juga
Masyarakat Temanggung Deklarasi Demo Anti Anarkis

“Negara menjamin kita untuk menyampaikan aspirasi, namun masyarat umum harus kita jaga hak-hak nya,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri perwakilan dari beberapa kelompok masyarakat antara lain PC NU Purworejo, PD Muhammadiyah Purworejo, Banser, Ansor, Kokam, GMBI, Pemuda Pancasila, Serdadu Merah Putih, IPNU/IPPNU, dan masyarakat umum lainnya. Dalam kegiatan tersebut kelompok arau organisasi masyarakat diajak untuk memberikan bentuk dukungannya terhadap aksi damai dalam bentuk tanda tangan kesepakatan damai.

Rizal menambahkan di beberapa daerah aksi unjuk rasa memang diwarnai oleh tindakan-tindakan yang membuat situasi menjadi chaos. Seperti yang terjadi di kota-kota besar seperti Jakarta, Jogja dan yang lainnya.

“Ada beberapa yang diungkap oleh penyidik Mabes Polri Diantaranya adalah provokasi-provokasi atau tindakan-tindakan yang membuat situasi yang tidak kondusif,” katanya.

Pihaknya di Kabupaten Purworejo sendiri dengan dilakukannya tindakan preventif oleh Polres bisa menjadikan Purworejo kota yang aman dan damai. Acara yang digelar di Aula Polres Purworejo tersebut dimulai pukul 09.14 wib hingga selesai.

“Harapannya dengan situasi yang kita jaga hari ini, Purworejo menjadi kondusif,” tandasnya. (luk)