Polisi Periksa 4 Saksi Kasus Kecelakaan Kerja PSN Bendungan Bener

Kasat Reskrim Polres Purworejo memberikan keterangan terkait penganagan kasus kecelakaan kerja PSN Bendungan Bener, saat dikonfirmasi di Polres Purworejo, kemarin. (Foto: eko)
KETERANGAN. Kasat Reskrim Polres Purworejo memberikan keterangan terkait penganagan kasus kecelakaan kerja PSN Bendungan Bener, saat dikonfirmasi di Polres Purworejo, kemarin. (Foto: eko)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Kasus kecelakaan kerja di Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Bener Purworejo yang menewaskan seorang pekerja bernama Syaiful Hadi (22), warga Desa Redin Kecamatan Gebang, pada Sabtu (6/11) kemarin masih dalam penyelidikan polisi. Sedikitnya 4 orang saksi kejadian telah dimintai keterangan untuk mengetahui ada atau tidaknya unsur kelalain dalam insiden tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Agus Budi Yuwono, saat dikonfirmasi pada Senin (8/11).

“Kecelakaan kerja baru kemarin ya, kami masih melakukan pemeriksaan awal,” katanya.

Disebutkan, fokus pertama kepolisian saat ini yakni memastikan ada tidaknya unsur kelalaian serta kesesuaian pengerjaan dengan Standar Operasional Pelaksanaan (SOP).

“Namun yang jelas yang bersangkutan bekerja di proyek Bendungan Bener. Kami sudah memeriksa empat orang, di antaranya operator alat berat, pimpinan proyek dan dua orang saksi yang saat kejadian tahu dan berada di TKP,” sebutnya,

Sebelumnya, Sekretariat Perusahaan PT Brantas Abipraya melalui Project Manager Proyek Pembangunan Bendungan Bener, Rakhmad Cahyana, mengatakan, pihaknya telah mengambil langkah langkah sesuai dengan prosedur yang berlaku, termasuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian, kepala desa dan keluarga korban.

“Kejadian tersebut menjadi pelajaran berharga dan akan melakukan evaluasi segera,” ungkapnya.

Seperti diketahui, insiden kecelakaan kerja itu terjadi pada Sabtu (6/11) sekitar pukul 16.30 WIB, tepatnya di Jalan Kerja STA 0+425 (Depan Gudang Handak) PT Brantas Abipraya (Persero). Korban meninggal dunia setelah terjepit alat berat Excavator PC 200 yang dioperatori Gaguk Wiyono, warga Dusun Pelem, RT 012 RW 003, Kelurahan Sumber Bening, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek (Jawa Timur).

Kronologis Kejadian  bermula saat alat berat PC 200 berangkat dari gudang peralatan menuju lokasi jalan akses di STA 0+425 untuk melakukan bantuan dan evakuasi kendaraan truk  HDT yang tidak kuat menanjak di jalan akses.

Artikel Menarik Lainnya :  Teken Kerjasa sama, Perusahaan Singapura Perkuat Pendidikan di Purworejo

Korban saat itu berstatus sebagai tenaga harian mencoba melakukan pemasangan ban sebagai bantalan track (roda excavator). Korban melakukan pemasangan ban di samping depan kiri track excavator. Tiba tiba excavator tergelincir dan korban terpeleset dikarenakan jalan yang menurun, selanjutnya track excavator mengenai korban hingga korban tergencet di track dan dinding pengaman jalan akses yang terbuat dari shotcrete. (top)