Pohon Beringin Berusia Lebih 100 Tahun di Wonosobo Tumbang, Timpa Garasi Mobil. 1 Pikap Ringsek

Pohon Beringin tua yang diperkirakan berusia lebih dari 100 tahun tumbang menimpa garasi mobil non permanen milik warga Dusun Nguwok RT 2 RW 15 Desa Bowongso Kecamatan Kalikajar, Selasa (9/11/).
TUMBANG. Pohon Beringin tua yang diperkirakan berusia lebih dari 100 tahun tumbang menimpa garasi mobil non permanen milik warga Dusun Nguwok RT 2 RW 15 Desa Bowongso Kecamatan Kalikajar, Selasa (9/11/).

WONOSOBO, MAGELANGEKSPRES.COM – Pohon beringin tua yang diperkirakan berusia lebih dari 100 tahun tumbang menimpa garasi mobil non permanen milik warga Dusun Nguwok RT 2 RW 15 Desa Bowongso Kecamatan Kalikajar, Selasa (9/11/). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun  satu unit mobil jenis pikap ringsek.

“Sebuah pohon beringin besar menimpa garasi dan rumah milik Walyono warga setempat. Tidak ada korban jiwa. Penyebab tumbang kemungkinan karena lapuk dan tidak mampu menahan beban ketika terjadi guyuran hujan,” ungkap Kepala BPBD Wonosobo, Bambang Triyono, kemarin.

Menurutnya, diperkirakan kejadian tersebut, menimbulkan kerugian materiil mencapai Rp40 juta. Pihaknya  mengaku langsung mengirimkan tim untuk assessment lokasi kejadian serta mengajak warga setempat bergotong royong mengevakuasi pohon berdiameter ekstra besar itu.

“Kejadian pohon tumbang terjadi di Dusun Nguwok pada pukul 07.00 WIB tadi pagi dan mengakibatkan korban materi berupa bangunan garasi beserta mobil pickup dengan nomor polisi AB 1374 IN yang diperkirakan kerusakannya senilai sekitar 40 juta rupiah,” terang Bambang.

Jelaskan, dugaan kuat  penyebab tumbangnya pohon tua itu karena adanya pelapukan pada batang maupun rantingnya dan karena selama berhari-hari terguyur hujan sehingga beban menjadi tambah berat.

“Untuk tindak lanjut selain langsung assessment ke lokasi dan bergotong royong dengan warga setempat. Kami juga telah menindaklanjuti dengan laporan langsung kepada bupati, wakil bupati dan sekda untuk mendapatkan arahan lebih lanjut,” tegasnya.

Mengingat kondisi cuaca di seluruh Kabupaten Wonosobo saat ini masih rawan dengan angin kencang maupun hujan dalam intensitas sedang dan tinggi, Bambang mengaku terus menyiagakan jajaran BPBD serta berkoordinasi dengan unsur relawan siaga bencana maupun pihak-pihak lain terkait.

Artikel Menarik Lainnya :  Memprihatinkan, Pasar Induk Wonosobo Sisi Timur hanya Terisi 40 % Pedagang

“Langkah antisipatif terus kami kedepankan demi mengurangi dampak dari kejadian bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi, mengingat seluruh wilayah di Kabupaten Wonosobo memang masuk dalam kategori rawan bencana,” tandasnya.

Kepada warga masyarakat, Bambang juga mengaku terus menyampaikan pesan dan imbauan melalui berbagai media agar senantiasa waspada dengan situasi dan kondisi di lingkungan masing-masing.

“Kenali dan cegah sedini mungkin potensi-potensi bencana, agar kita semua semoga terhindar dari dampak buruk bencana apapun. Saya tegaskan bahwa kami di BPBD siap siaga 24 Jam penuh menerima laporan warga masyarakat terkait adanya potensi maupun kejadian bencana,” pungkasnya. (gus)