PMK Mengancam, Pemkab Purworejo Gencarkan Vaksinasi Sapi

VAKSIN. Petugas Satgas PMK Purworejo saat melakukan vaksinasi terhadap hewan sapi di Kalimati Pituruh. (foto: lukman hakim/purworejo ekspres)
VAKSIN. Petugas Satgas PMK Purworejo saat melakukan vaksinasi terhadap hewan sapi di Kalimati Pituruh. (foto: lukman hakim/purworejo ekspres)

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.COM – Ditemukannya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang puluhan hewan ternak sapi  membuat Pemkab turun tangan melakukan vaksinasi . Vaksinasi perdana dilakukan di Desa Kalimati Kecamatan Pituruh, Jumat (1/7) sore. Sejumlah sapi milik kelompok ternak Sri Lestari Desa Kalimati mendapat suntikan vaksin.

Hadir dalam kesempatan itu, Bupati Purworejo Agus Bastian, Ketua Satgas PMK Budi Wibowo, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Hadi Sadsila, Forkopimcam dan sejumlah Kepala Desa di Kecamatan Pituruh.

Kepala DKPP Hadi Sadsila mengatakan meski telah menjangkit puluhan ternak namun penyebaran PMK masih dapat ditangani. Upaya seperti penyemprotan pasar hewan dan juga pencanangan vaksinasi.

Vaksinasi PMK nantijya akan dilakukan tiga tahap. Tahap pertama dilakukan di wilayah yang belum terjangkit PMK seperti Kecamatan Pituruh. Dan untuk tahap pertama pemerintah menyediakan 700 dosis vaksin, jumlah tersebut terbatas mengingat alokasi vaksin dari Pemerintah Provinsi masih terbatas.

“Sementara ini Pemerintah Provinsi masih fokus menangani vaksinasi di Kabupaten yang terparah terpapar PMK. Untuk di Purworejo sendiri masih aman, daerah merah itu di Kecamatan Bagelen dan Purworejo. Itupun (PMK) banyak ditemukan di pasar hewan, belum ditemukan PMK di peternakan atau di hewan milik warga.” katanya.

Sementara itu, Bupati Purworejo Agus Bastian mengungkapkan Kabupaten Purworejo merupakan daerah tertular PMK terakhir dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, tepatnya setelah ada pemeriksaan secara mendalam baik secara klinis maupun laboratoris.

Dari hasil pemeriksaan pada tanggal 15 Juni 2022 di Kecamatan Bagelen menyatakan bahwa 7 ekor sapi positif penyakit mulut dan kuku (PMK), dan bertambah di beberapa kecamatan lain karena tingkat penularan yang sangat tinggi, ditambah lalu lintas ternak yang semakin meningkat menjelang hari raya Idul Adha. Akan tetapi kejadian PMK di Kabupaten Purworejo masih terkendali.

Saat ini, kondisi PMK yang telah menjangkiti 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah menjadi ancaman nyata bagi sektor peternakan di Kabupaten Purworejo.

“Untuk itu marilah kita bersama-sama bersinergi untuk melindungi sektor peternakan Kabupaten Purworejo yaitu dengan pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan. Pelaksanaan kesiagaan darurat veteriner serta penerapan kewaspadaan dini khususnya terhadap PMK, menjadi sangat penting,” kata Bupati.

“Kepada masyarakat saya meminta untuk segera melapor jika ada ternaknya yang mengalami gejala PMK insyallah melalui Satgas nanti akan segera tangani,” tandas Bupati.

Diketahui virus PMK kini telah menjangkit sedikitnya 60 ekor hewan sapi di Kabupaten Purworejo. Jumlah tersebut tersebar paling banyak di Kecamatan Bagelen dan Purworejo. (luk)