PKL Pakulinan Siap Ditata, Jika Difasilitasi Lokasi yang Representatif

Bupati Afif Nurhidayat dan Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar, Jumat (26/3), didampingi komunitas PKL sarapan bersama dengan 35 anak yatim di Taman Ainun Habibie, komplek Masjid Agung Jami Wonosobo.
KOMUNITAS. Bupati Afif Nurhidayat dan Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar, Jumat (26/3), didampingi komunitas PKL sarapan bersama dengan 35 anak yatim di Taman Ainun Habibie, komplek  Masjid Agung Jami Wonosobo.

MAGELANGEKSPRES.COM,WONOSOBO-Pedagang kaki lima (PKL) Wonosobo yang tergabung dalam Pakulinan mengaku  siap ditata oleh pemkab, selama difasilitasi lokasi yang representatif. Karena PKL ikut mendukung perkembangan ekonomi di daerah.

“Para PKL siap  ditata dengan baik, yang penting difasilitasi tempat jualan yang representatif. Kita harapkan ini jadi perhatian pemerintah, karena PKL ikut mendukung perkembangan ekonomi di daerah,” ungkap Ketua Pakulinan Wonosobo Eko Efendi, usai damping bupati dan wabup sarapan bareng dengan 35 anak yatim di kompleks taman masjid jamik kemarin

Menurutnya, jumlah PKL yang tergabung dalam Pakulinan, sebanyak  90 orang. Mereka setiap hari berjualan di komplek Masjid Agung Jami’ dan perempatan jalan ke Sumberan. Siap mendukung wisata kuliner yang ada di Wonosobo.

“Kita siap mendukung pemerintah, termasuk mendukung kegiatan wisata kuliner yang ada di Wonosobo,” katanya

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengaku sangat bersyukur bisa silaturrahmi dan sarapan bersama dengan anak yatim dan pedagang kuliner di sekitar komplek Masjid Jami’. Pandemi global Covid-19 telah menggerus berbagai sektor ekonomi, termasuk PKL. Anak-anak sekolah sampai saat ini juga masih diliburkan dan menempuh pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara virtual.

Baca Juga
Dinas PPKBPPPA Wonosobo Mulai Pendataan Keluarga 2021, Deteksi Dini Stunting

“Saya minta PKL tidak menyerah dengan situasi yang ada. Namun tetap bekerja demi kepentingan ekonomi keluarga dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 dalam berjualan,” ucapnya

Menurutnya, pedagang dan pembeli harus selalu aman dari penularan dan penyebaran virus Corona. Sehingga roda ekonomi tetap berputar dan tubuh tetap dalam kondisi sehat. Pihaknya berharap  pandemi global Covid-19 bisa cepat berlalu.

“PKL tetap pakai masker saat berjualan, rajin melakukan cuci tangan diair mengalir setelah beraktivitas, menjaga jarak antar penjual dan pembeli serta menghindari kerumunan dan keramaian,” katanya.

Artikel Menarik Lainnya :  Sempat Ditolak Warga, Pembongkaran Median Jalan di Pertigaan Pasar Berlanjut

Bupati Afif Nurhidayat dan Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar, sarapan bersama dengan 35 anak yatim di Taman Ainun Habibie, komplek  Masjid Agung Jami Wonosobo. Kegiatan tersebut  diinisiasi Paguyuban Kuliner Alun-Alun (Pakulinan) dan Baznas setempat itu, juga dihadiri Komisioner Baznas Wonosobo Priyo Purwanto dan Soeparyo serta Imam Masjid Agung Jami KH Arif Romdhon.

Turut hadir pula Sekretaris Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperdagkop UKM Joko Widodo, Kepala Bidang Perdagangan Disperdagkop UKM Agung Prabowo, Pembina Pakulinan Nurodin dan perwakilan Bagian Kesra Setda Wonosobo Harjanto.

Anak-anak yatim bersama Bupati, Wakil Bupati Wonosobo, tamu undangan dan pedagang kaki lima (PKL) yang tergabung dalam Pakulinan menikmati bareng nasi gudeg, megana, pecel dan bubur ayam dengan suasana penuh kekeluargaan.

Bupati dan Wakil Bupati juga sempat berkeliling menyambangi para pedagang kuliner yang sedang berjualan. Melakukan dialog dengan beberapa PKL dan mencicipi menu atau jajanan yang ada. (gus)