Pikatan Water Park Dibuka, Wabup Minta Pengelola Terapkan Protokol Kesehatan

DIBUKA. Objek wisata Pikatan Water Park kembali dibuka setelah setahun ditutup. 

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Wakil Bupati Temanggung Heri Ibnu Wibowo, meminta agar pihak pengelola objek wisata Pikatan Water Park (PWP) menerapakan disiplin protokol kesehatan dengan tegas. Sehingga objek wisata air di Temanggung ini tidak menjadi klaster baru dalam penyebaran COVID-19.

Permintaan tersebut disampaikan saat pembukaan kembali objek wisata air PWP, Jumat (12/3).

Ia berharap, dengan dibukanya objek wisata air ini para atlet renang kembali bisa berlatih dan meningkatkan prestasi. Meski Wabup juga mamahami saat ini masyarakat haus akan wisata, protokol kesehatan wajib ditegakkan dan jangan sampai ada klaster Pikatan.

“Protokol kesehatan harus tetap ditegakkan, kalau sampai ada klaster akan kita tutup lagi. Karyawan pakai masker, ukur temperatur tidak lebih dari 37,5 dan jangan berkerumun,” tegasnya.

Selama uji coba ini, jumlah pengunjung sementara dibatasi 50 persen dari kapasitas 1.700 an. Jika uji coba ini bagus maka akan diteruskan lagi.

“Kasihan juga dengan karyawan sudah setahun kita rumahkan, pegawai tetap hanya menerima separuh gaji,” katanya

Baca juga
Sejumlah Lansia di Temanggung Mulai Jalani Vaksinasi Covid-19.

Plt Direktur Utama Bhumi Phala Wisata Pikatan Waterpark Bagus Pinuntun mengatakan, objek wisata ini merupakan salah satu BUMD. Pemkab Temanggung memiliki tiga objek, antara lain Pikatan Waterpark, Tirto Asri, dan Taman Bambang Sugeng.

Menurutnya sejak pandemi Covid-19 pada tanggal 16 Maret 2020, dilakukan penutupan. Selama penutupan  sebanyak 23 dari 46 orang karyawan dirumahkan, sehingga yang tersisa hanya karyawan tetap. Kemudian seluruh aktivitas keuangan berhenti dengan konsekuensi kegiatan salah satu badan usaha yang bersifat pelayanan publik dan menyetorkan hasil deviden ke pemerintah daerah pada tahun 2020 semua terhenti.

Artikel Menarik Lainnya :  2 Pekan, PTM di Temanggung Berjalan Lancar

“Oleh sebab itu, setelah melihat situasi kanan kiri dengan objek wisata sejenis maka kami melapor pada Satgas Covid untuk bisa dilakukan kegiatan (dibuka) dengan penyesuaian aturan baru. Kita sudah berkali-kali rapat dan dilakuan simulasi terhadap kegiatan ini dan ini bisa dikakukan dengan tatacara yang baru,” jelasnya.

Bagus menyebut untuk pembukaan ini telah disiapkan protokol kesehatan sesuai ketetapan Satgas Covid. Kemudian akan ada pembatasan pengunjung dan di masa uji coba ini akan dibatasi dari Kabupaten Temanggung saja. (set)