Petani Tembakau Galau, Jelang Panen Masih Ada Hujan

RAWAT. Salah seorang petani sedang merawat tanaman tembakau di sawahnya kemarin. (29/06/21). (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)
RAWAT. Salah seorang petani sedang merawat tanaman tembakau di sawahnya kemarin. (29/06/21). (foto:setyo wuwuh/temanggung ekspres)

MAGELANGEKSPRES.COM, TEMANGGUNG – Petani tembakau di Kabupaten Temanggung berharap cuaca menjelang panen raya semakin membaik, sehingga harga jual tembakau rajangan kering bisa lebih baik dari panen raya sebelumnya.

Salah satu Petani Tembakau Rofi’i menuturkan, musim tanam tembakau tahun ini cuacanya berbeda dengan tahun sebelumnya, sampai saat ini masih sering turun hujan. Padahal sudah semakin mendekati musim panen raya tembakau.

“Biasanya kalau bulan Juni hujan sudah mulai berkurang, tapi saat ini masih sering turun hujan. Kalau tanaman tembakaunya masih kecil bagus untuk pertumbuhan, namun kalau sudah besar efeknya cukup banyak,” tuturnya, Selasa (29/6).

Oleh karena itu ia berharap, memasuki bulan Juli cuaca sudah mulai membaik, curah hujan sudah mulai berkurang, bahkan jika dikabulkan sudah tidak ada hujan lagi. Sehingga kualitas tanaman tembakau akan bagus saat memasuki panen raya mendatang.

“Panen raya tembakau biasanya dimulai bulan Agustus, kalau bulan Juli tidak ada hujan sama sekali, kualitas tembakau akan bagus,” katanya.

Harapan yang sama disampaikan oleh Juwarno petani lainnya, jika cuaca semakin membaik, maka kualitas tembakau juga akan mengikuti. Dengan demikian saat panen raya temabakau mendatang harga jual tembakau rajangan kering bisa lebih baik dari tahun sebelumnya.

“Harga tembakau sangat tergantung dari kualitas, namun juga tergantung cuaca saat panen raya, jika tembakau kering dalam sehari maka kualitasnya akan bagus dan akan sangat berpengaruh pada harga jual tembakau,” tuturnya.

Kepala Desa Campurejo, Kecamatan Tretep Agus Setyawan mengatakan, harga jual tembakau rajangan kering pada panen raya tahun ini bisa berselisih dengan harga pokok produksi. Sehingga petani masih bisa mendapatkan keuntungan dari tembakau.

“Petani masih berharap betul terhadap komoditas ini dan menguntungkan. Kalau tahun lalu harga rata-rata Rp60.000 per kilogram, mudah-mudahan tahun ini bisa naik menjadi Rp65.000 per kilogram,” katanya.

Artikel Menarik Lainnya :  2.500 Siswa Miskin di Temanggung Terima BSM Rp950 Juta

Ia mengakui tahun lalu dihadapkan pada beberapa masalah, baik eksternal maupun internal. Masalah eksternal karena pandemi Covid-19 sehingga perwakilan pabrik rokok di Temanggung sangat berhati-hati dalam melakukan pembelian.

Selain itu lanjutnya, masalah internal, masih berkaitan dengan revisi PP 109/2012, kenaikan cukai, masalah aturan impor, dan sebagainya, juga ikut mempengaruhi harga jual tembakau rajangan kering saat panen raya tahun lalu.

Ia mengungkapkan tanaman tembakau di kawasan Gunung Prau, Sindoro dan Gunung Sumbing di Kabupaten Temanggung bisa menghasilkan tembakau sekitar 14.000-16.000 ton, karena tanaman tembakau di kawasan tersebut cukup bagus.

“Tanaman tembakau saat ini cukup bagus, dengan harga jual minimal Rp65.000 sudah di atas harga produksi, namun setiap daerah di Temanggung mempunyai kualitas yang berbeda dengan perhitungan yang berbeda pula,” katanya. (set)