Petani Tembakau di Tlahab Mulai Semai Benih Kemloko Tiga

RAWAT. Salah seorang petani tembakau sedang merawat benih tembakau. 

MAGELANGEKSPRES.COM,TEMANGGUNG – Petani tembakau di lereng Gunung Sindoro melakukan penyemain benih tembakau mandiri. Langkah ini dilakukan untuk mendapatkan benih murni tembakau asli Temanggung.

“Kalau benihnya beli kan belum tentu sesuai dengan keinginan, soalnya saat masih benih susah membedakan antara varietas yang satu dengan yang lainnya,” ungkap Ponadi, salah satu petani tembakau di Desa Tlahab Kecamatan Kledung, Minggu (28/2).

Dengan melakukan pembenihan mandiri ini, lanjutnya, petani bisa menanam tembakau sesuai dengan varietas yang diinginkan, sehingga pemurnian benih tembakau asli Temanggung bisa benar-benar dilakukan.

“Sesuai dengan program Pemerintah Temanggung yang sedang berupaya melakukan pemurnian tembakau Temanggung, salah satu langkahnya dengan melakukan pembenihan mandiri ini,” tuturnya.

Benih yang disemai adalah benih tembakau varietas kemloko tiga. Dari berbagai varietas kemloko satu hingga kemloko tujuh, kemloko tiga ini dipilihnya karena sesuai dengan karakter tanah dan cuaca di daerahnya.

Baca Juga
Pemkab Temanggung Mulai Data Bumil dan Lansia untuk Divaksin

“Sesuai dengan selera saja, kalau saya memang lebih senang dengan kemloko tiga. Karena sudah beberapa musim tembakau saya tanam kemloko tiga dan hasilnya cukup memuaskan bagi saya,” ujarnya.

Selain untuk mendapatkan kemurnian benih tembakau kata Ponadi, dengan pembenihan mandiri ini jugaa  bisa menghemat biaya tanam. Kebutuhan petani untuk tanam jumlahnya cukup banyak.

“Misalkan jika harga benih per satu tanaman tembakau seratus rupiah dengan kebutuhan delapan ribu benih, maka sudah menghemat biaya kurang lebih sebanyak delapan ratus ribu,” terangnya.

Boyadi petani tembakau lainnya menambahkan, umur benih tembakau siap tanam yakni di antara umur 40 hari hingga 50 hari, sehingga pembenihan tembakau sudah dilakukan sejak awal bulan Februari lalu.

Artikel Menarik Lainnya :  Mantan Ketua Forgut Temanggung Dilantik Sebagai Anggota DPRD Temanggung

“Sekarang rata-rata umur benih tembakau baru sekitar 25 hari, masih kecil dan butuh perawatan yang lebih agar benih tembakau bisa lebih kuat saat ditanam,” katanya.

Menurutnya, sejak dulu memang dirinya selalau melakukan pembenihan mandiri, karena dengan cara ini bisa merencanakan penanaman tembakau dengan baik.

Karena, persiapan tanam tembakau juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar, mulai dari mencangkul tanah, pemberian pupuk kandang hingga persiapan  lainnya.

“Banyak sekali untungnya, tidak hanya bisa mendapatkan benih yang bagus, tapi juga bisa merencanakan tanam yang tepat,” tuturnya. (set)