Petani Tembakau di Temanggung Mulai Main Rajangan Lembutan

TEMBAKAU. Sejumlah petani sedang menata tembakau sebelum dijemur. (foto: setyo wuwuh/temanggung ekspres)
TEMBAKAU. Sejumlah petani sedang menata tembakau sebelum dijemur. (foto: setyo wuwuh/temanggung ekspres)

TEMANGGUNG, MAGELANGEKSPRES.COM – Menghadapi cuaca yang tidak menentu saat ini, petani tembakau di Temanggung mulai memutar otak, berharap tembakaunya bisa terjual dengan harga yang bagus.

Wahid salah petani di Kecamatan Kledung menuturkan, petain tembakau memang mempunyai risiko besar terutama dengan cuaca.

Jika cuaca yang tejadi seperti saat ini sebagai petani harus mampu melakukan sesuatu hal agar tembakau tetap bisa mempunyai nilai jual yang bagus.

“Kalau sudah berbicara soal cuaca, kami sebagai petani cuma bisa pasrah saja. Namun harus kreatif sehingga tembakau tetap bisa laku terjual dengan harga yang bagus,” tuturnya, kemarin.

Ia menuturkan, salah satu cara agar tembakau bisa dijual dengan harga yang bagus di antaranya dengan merajang tembakau lebih kecil, atau sering disebut lembutan.

Dengan cara ini katanya, tembakau masih mempunyai nilai jual yang cukup mahal, aplagi jika mempunyai aroma dan rasa yang sesuai dengan permintaan penikmat tembakau lintingan.

Memang diakuinya, kapasitas untuk membuat tembakau dengan cara ini tidak banyak, namun setidaknya bisa menjadi salah satu pilihan bagi petani untuk mengurangi kerugian.

“Jika dirajang biasa, seperti permintaan pabrikan dengan cuaca seperti ini harga jualnya belum pasti, apalagi kapasitasnya banyak. Namun dengan cara dirajang lebih kecil setidaknya harga jualnya masih di atas Rp90.000 per kilogram, bahkan ada yang bisa terjual diatas Rp200.000, semua tergantung kualitasnya,” tuturnya.

Ia mengaku dari sekitar 5.000 tanaman tembakau yang ditanamnya tahun ini, dirinya berencana akan memproduksi tembakau lembutan kurang lebih 30 persennya.

“Dengan jumlah ini paling tidak bisa panen sekurang-kurangnya 3 ton daun basah. Rencananya yang satu ton akan saya jadikan tembakau lembutan. Memang pemasarannya harus telaten, tapi setidaknya saya punya tabungan untuk dijual,” ujarnya.

Petani tembakau lainnya Yudha Sudarmaji menambahkan, sudah saatnya petani tembakau harus berpikir kreatif, tidak hanya mengandalkan pabrikan untuk menjual tembakau.

Namun lanjutnya, petani harus mampu memproduksi tembakau dalam bentuk lain, sehingga nilai jual tembakau bisa lebih terangkat.

“Masih banyak cara, tinggal kemauan petani saja,” katanya.

Menurutnya, tembakau Temanggung selain bisa dijual ke pabrikan, juga bisa diproduksi menjadi bahan dasar tembakau lembutan atau tembakau lintingan. Selain itu tembakau Temanggung juga mumpuni untuk dibuat menjadi cerutu.

“Tinggal petaninya saja, mau kearah mana, yang jelas dengan diproduksi dengan cara yang lain akan menghasilkan produk yang ada nilai jualnya, sehingga tembakau Temanggung bisa kembali mempunyai nilai jual yang bagus,” katanya. (set)