Petani Milenial Dilatih Berternak Domba, Vita: Perlu Teknologi Terbaru di Bidang Peternakan

Balitbangtan melalui BPTP Jawa Tengah Kementrian Pertanian bersama anggota Komisi IV DPR RI Wilayah VI, Vita Ervina menyerahkan bantuan kepada peternak domba di Kota Magelang, Sabtu (30/10).
BANTUAN DOMBA. Balitbangtan melalui BPTP Jawa Tengah Kementrian Pertanian bersama anggota Komisi IV DPR RI Wilayah VI, Vita Ervina menyerahkan bantuan kepada peternak domba di Kota Magelang, Sabtu (30/10).

KOTA MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.COM – Kementrian Pertanian, Balitbangtan BPTP Jawa Tengah bersama anggota Komisi IV DPR RI Wilayah VI, Vita Ervina memberikan pembimbingan Pengembangan Benih/Bibit Hasil Inovasi Litbangtan khususnya pada komoditas domba yang menyasar kepada petani muda atau milenial, Sabtu(30/10) di Wisma Sejahtera, Kota Magelang.

Bimtek dilaksanakan secara offline dan online yang ditujukan secara khusus bagi petani dan petugas atau penyuluh dan masyarakat yang tertarik pada bidang peternakan pada umumnya. Peserta yang hadir di lokasi offline dan online terdiri masing-masing sebanyak 50 orang untuk meningkatkan kapasitas petani atau peternak dan petugas.

Bimbingan Teknis mengambil tema Peningkatan Kapasitas Petani dan Petugas dalam Pengembangan Ternak Domba. “Tema tersebut diambil karena, kami merasa bahwa Kota Magelang yang administrasi hanya terbagi menjadi 3 kecamatan dengan luas keseluruhan kurang lebih 18 kilometer tentunya dalam usaha pengembangan pertanian akan sangat terbatas, sehingga salah satu yang berpotensi untuk dikembangkan adalah sektor peternakan khususnya domba. Melalui berbagai teknologi yang dikembangan oleh Balitbangtan, kedepannya pola budidaya ternak domba yang lebih efisien dan maju akan disosialisasikan kepada masayarakat melalui kelompok ternak,” ujar Vita.

Kota Magelang yang secara geografis dikelilingi oleh Kabupaten Magelang, hal tersebut menjadi kelebihan tersendiri. Meskipun Kota Magelang wilayahnya sempit akan tetapi pusat perekonomian Magelang secara kesuluruhan terpusat di wilayah tersebut. Sebagai pusat perekonomian di Magelang tidak menutup kemungkinan untuk dikembangkan secara maksimal komoditas peternakan. Jika berkeliling ke pasar-pasar yang ada di Kota Magelang pastinya hasil pertanian dan peternakan sebagian besar dari wilayah kabupaten, padahal konsumsi hasil pertanian dan konsumsi daging cukup tinggi.

Melihat data dari BPS produksi daging khususnya kambing di Kota Magelang tahun 2010 adalah 10,8 ton, sementara tahun 2019 mencapai 14,2 ton. Jika melihat data tersebut produksi daging domba/kambing di Kota Magelang mengalami penurunan yang cukup signifikan, dan inilah yang seharusnya menjadi PR kita bersama bagaimana bisa mengoptimalkan lagi potensi peternakan domba di Kota Magelang. “Melihat peramasalahan tersebut, hal ini tentunya menjadi tantangan bagi pemerintah maupun masyarakat sebagai peternak, peningkatan produktivitas menjadi hal wajib yang terus diupayakan untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mencukupi kebutuhan pangan baik tingkat lokal maupun nasional. Dalam upaya peningkatan produktivitas diperlupakan berbagai upaya salah satunya adalah penciptaan teknologi terbaru di bidang peternakan,” tambah Vita.

Artikel Menarik Lainnya :  Keren! Sekarang Makan di TVJ Alun-alun Kota Magelang Bisa Bayar Pakai Nontunai

Sementara Kepala BPTP Jawa Tengah, Dr Ir Joko Pramono selain berkoordinasi dengan anggota Komisi IV DPR RI, juga berkoordinasi dengan Dinas Pertanian setempat dan berupaya untuk selalu menentukan calon penerima manfaat yang memiliki komitmen yang tinggi untuk keberlanjutan usahatani ke depan.

Kementerian Pertanian beserta Balitbangtan BPTP Jawa Tengah juga memberikan pendampingan yang intensif bagi petani penerima manfaat sehingga petani penerima manfaat nantinya dapat mandiri dan berkelanjutan usahanya setelah BPTP Jawa Tengah tidak lagi melakukan pendampingan.Sebagai contoh adalah pengembangan ayam KUB di Kabupaten Magelang yang saat ini ternyata telah berkembang dengan baik dan melibatkan para petani milenial. Melalui petani milenial tersebut, diharapkan pertanian dapat lebih maju, mandiri dan modern. (hen)